rss

Sunday, November 23, 2008

Fundamental Outlook AS Pekan Ini


Presiden-terpilih Amerika Serikat Barack Obama Sabtu akhir pekan lalu (15/11) mengumumkan, bahwa dia telah memerintahkan kepada para penasehat ekonominya untuk membentuk rencana pemulihan ekonomi dengan mencetak 2,5 juta kerja baru dalam tempo dua tahun mendatang.

"Kami akan menggarapnya secara terinci dalam pekan-pekan mendatang, namun rencana itu akan diwujudkan dalam dua tahun depan, yakni upaya seluruh negeri bagi loncatan baru untuk mencetak lapangan kerja di Amerika dan meletakkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat," kata Obama dalam pidato radio mingguannya.

Dia mengatakan bahwa upaya tersebut akan menghasilkan 2,5 lapangan kerja baru pada Januari 2011 dan meletakkan dasar bagi kebangkitan kembali ekonomi negara.

Dalam forum yang berbeda Obama, juga menjanjikan membawa "perspektif baru" hubungan AS dengan negara-negara lainnya. "Dalam beberapa tahun yang akan datang, pemerintah saya akan membawa perspektif baru dalam peran dan tanggungjawab Amerika di seluruh dunia," katanya. Dia mengemukakan negara-negara harus bekerja bersama untuk memenuhi tantangan global.

Aura postif Obama menulari pasar saham AS, Wall Street. Bursa Wall Street pada penutupan perdagangan akhir pekannya berhasil mengalami rebound tajam seiring dengan pasar yang menyambut berita bahwa Timothy Geithner yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Fed New York bakal menjadi menjabat sebagai Menteri Keuangan di kabinet Obama. Geithner dianggap sebagai sosok yang berpengalaman dan punya kapabilitas untuk membantu AS menangani krisis finansial.

Setelah statement itu, seluruh indeks utama AS tercatat menguat tajam: Dow Jones melonjak 494.13 poin atau 6.54% ke level 8,046.42; S&P 500 meroket 6.32% atau 6.32% ke level 800.03; dan Nasdaq melejit 68.23 poin atau 5.18% ke level 1,384.35.

Pekan ini dari AS beberapa publikasi agenda ekonomi seperti existing home sales, new home sales, house price index Q3 GDP revision, consumer confidence, Oktober Personal income and spending, durable goods akan rilis. Sedangkan dari kawasan Eropa, fokus utama pekan ini ada di Germany Ifo, Selasa; dan HICP flash serta unemployment rilis Jum'at. Eurozone business climates, industrial orders, dan current account jadi fitur data tambahan. (research-iwan)

Harga Emas Makin Kuat, Dolar AS Mungkin Deflasi


Kesenyapan pada gerak emas di pekan sebelumnya telah pecah berganti riuh penguatan. Hampir seluruh komoditas logam di akhir perdagangan pekan lalu terpantau menguat. Emas tercatat menguat 6.6% selama pekan lalu dan berakhir ditutup pada level 791.8.

Akan tetapi penguatan pada emas ternyata masih belum mampu menembus resistan level kami yakni pada 824.50 (lihat chart atas). Menurut kami, emas masih cenderung positif berpotensi menguat pada pekan ini, sepanjang masih bertahan diatas level support kami, yakni pada level 731.40.

Menurut World Gold Council (WGC), pada situsnya, disebutkan bahwa telah terjadi aksi beli besar-besaran pada pasar emas fisik, lebih dari 6.5 milyar dolar AS telah dibelanjakan untuk membeli 232.1 ton koin emas dan emas batangan pada kuartal-ketiga tahun ini. Aksi beli ini tercatat sebagai penguatan +121% basis volume, serta penguatan terbesar selama rekor tiga-bulan sejak tahun 1990.

Menilik spekulasi penguatan yang terjadi pada emas, sampai saat ini kami masih belum melihat kecenderungan investor melakukan posisi short (jual) pada transaksi mereka.

Fenomena ini lebih merefleksikan investor maupun trader masih belum yakin atas penguatan yang terjadi pada dolar AS selamam beberapa pekan terakhir.

Dan jika hal ini benar terjadi, AS akan mengalami risiko deflasi di tahun depan, 2009, dan emas akan segera mengambil alih penguatannya. (research,iwan)

Point of View Kawasan EURO Pekan ini


Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
  • Euro ditutup menguat, meski negara di kawasan itu sedang dilanda resesi. Menyusul pernyataan Gubernur ECB, Jean Claude Trichet, Bank Sentral tak menutup peluang akan kembali memangkas suku bunga acuannya jika kondisi perekonomian bergerak ke arah yang tak diinginkan.
  • Dengan menafikan kenyataan tentang penguatan pasangan Euro/Dolar AS selama pekan lalu. Pasangan Euro dan Dolar sedikit sekali merespon atas negatifnya beberapa data fundamental ekonomi di kawasan Eropa yang terjadi sepanjang pekan lalu.
  • Tanggal 4 Desember, pada pertemuan bulanan ECB, pembahasan kebijakan tentang pemangkasan bunga kembali digencarkan sebagai reaksi kondisi terkini perekonomian negara di kawasan Eropa. Bank Sentral Eropa (European Central Bank) mungkin akan memotong kembali 50 basis point suku bunga nya.
  • Pekan ini beberapa agenda ekonomi yang diperkirakan akan rilis adalah estimasi Euro Zone CPI untuk bulan berjalan, November. Hampir seluruh indikasi bahwa data CPI inflation masih relatif ebih tinggi, seiring dengan ekspetasi pemangkasan bunga oleh ECB.
  • German Ifo Business Climate, Current Account, Industrial New Orders dan Belgium NBB Business Climate rilis Senin (24/11); GfK German Consumer Climate dan German Final GDP, rilis Selasa (25/11); German Import Prices dan German Prelim CPI rilis Rabu (26/11); German Unemployment Change, M3 Money Supply, Private Loans, dan Consumer Confidence rilis Kamis (27/11); Consumer Price Index (CPI) Flash Estimate, Italian Prelim CPI dan Unemployment Rate menjadi rilis penutup dari kawasan Eropa selama pekan ini.

Point of View STERLING Pekan Ini


Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;

  • Peristiwa yang menjadi fokus utama minggu ini adalah publikasi anggaran belanja Inggris untuk tahun 2008 yang akan dipresentasikan oleh Menteri Keuangan Alistair Darling pada hari Senin, yang diprediksikan akan mengumumkan paket stimulus fiskal sebesar 1% dari GDP.
  • Dan juga akan diadakan acara dengar pendapat Gubernur BoE Mervin King, dua deputi Gubernur, dan dua anggota MPC BoE di depan Parlemen Inggris pada hari Selasa mengenai Laporan Inflasi di bulan November. Pernyataan yang diberikan akan memperkuat pandangan pasar akan pemotongan suku bunga selanjutnya di bulan Desember.
  • Pendapatan nasional (GDP) Q3 akan dirilis hari Rabu dan diestimasi tetap kontraksi (menyusut) -0.5% q/q dan 0.3% y/y. dimana akan terlihat penurunan tajam konsumsi dan investasi dunia usaha, serta berkurangnya nilai persediaan dan perdagangan internasional.
  • Hari Jumat, indeks kepercayaan konsumen dan volume perdagangan retailer akan dipublikasikan oleh pemerintah.


.

Point of View YEN Pekan Ini


Data ekonomi yang rilis dari Jepang pekan ini;

  • Bank sentral Jepang bertahan dari pemangkasan bunga di hari Jumat dan terfokus pada operasi pasarnya untuk mencairkan tekanan pembiayaan hingga akhir tahun nanti, terkait penurunan tajam pada pertumbuhan ekonomi Jepang dari efek krisis finansial.
  • Menteri Keuangan Shoichi Nakagawa mengekspresikan kekawatiran tentang kekacauan pasar setelah saham Wall Street menyentuh level terendah dalam satu dekadenya di hari Kamis malam, dan berkata bahwa beliau akan berkerjasama dengan BOJ untuk bertindak semampunya untuk menaikan bursa saham Jepang dan ekonomi mereka.
  • Dengan memperhatikan tekanan pada pasar finansial, bank sentral juga mungkin dapat membeli saham komersial yang lebih fleksibel dibawah perjanjian pembelian untuk membantu perusahaan keuangan dan akan mempertimbangkan perubahan dalam operasi pembiayaannya yang akan dibandingkan dengan jaminan dari hutang corporate.
  • Liburan Labor Thanksgiving Day mengawali rilis fundamental dari Jepang awal pekan ini, dilanjutkan Corporate Services Price Index (CSPI) dan BOJ Monthly Report, rilis Selasa (25/11); Pidato Gubernur BOJ Shirakawa yang rencananya akan berlangsung pada University of Tokyo, Tokyo, rilis Rabu (26/11); Monetary Policy Meeting Minutes, Kamis (27/11); dan Jum'at (28/11), penghujung pekan ini, Manufacturing PMI, Household Spending, Tokyo Core CPI, National Core CPI, Unemployment Rate, Prelim Industrial Production dan Retail Sales serta penutup, Housing Starts.

Point of View SWISS Pekan Ini


Rilis data ekonomi dari Swiss;

  • Swiss National Bank (SNB) memberi kejutan pekan lalu dengan memangkas 100 bps suku bunga. SNB menengarai ekonomi akan mengalami kontraksi, memburuk.
  • Nilai ekspor atas barang ambruk 4.6% untuk bulan September sedangkan perbankan Swiss mulai tertular krisis. Data Consumer Price Index makin melemah, turun dibawah 2 percent mengakibatkan risiko deflasi makin mengancam.
  • Kurs nilai tukar Swiss Franc terhadap Dolar AS (USD/CHF) melemah hingga menembus batas psychological resistance yakni berada pada level 1.200 dan sempat berada diatas level harga 1.2200.
  • Kalendar ekonomi Swiss pekan ini penuh dengan rilis indikator yang signifikan, namun masih berada pada bayang-bayang ancaman pemangkasan bunga lagi oleh SNB.
  • Fokus data fundamental terpenting pekan ini berasal dari rilis agenda KOF Swiss leading indicator, beberapa analis meng-ekspetasikan melemah, turun dari 0.35 menjadi 0.20, menjadi level terendah selama lima-tahun ini.
  • UBS Consumption Indicator akan rilis Selasa (25/11); Employment Level dan pidato Jubir Gubernur SNB Jean-Pierre Roth dari BZ-Preis für Lokaljournalismus, Bern rilis Kamis (27/11); dan penutup pekan ini, Jum'at (28/11) rilis Konjunkturbarometer atau KOF Leading Indicators dari KOF Economic Research Agency.

Point of View AUSSIE Pekan Ini


Yang terjadi di Australia;

  • Reserves Bank of Australia Jum'at lalu (21/11) kembali melakukan intervensi ke pasar mata uang dengan membeli AUD untuk menahan laju pelemahan terhadap USD dan JPY. Ini merupakan kali ke-5 dalam 4 minggu RBA melakukan intervensi, dengan AUD/USD nyaris mencapai level terendah dalam 5 tahun. Hal ini turut mempengaruhi pergerakan mata uang major pagi ini cenderung datar, atau konsolidasi dalam range sempit.
  • Selain itu, sentimen bursa ekuitas Asia tidak begitu buruk, bahkan menjelang tengah hari terjadi rally sehingga indeks saham berada didaerah positif. Keputusan penurunan suku bunga 1% mendadak dari Swiss National Bank sepertinya mempengaruhi spekulasi penurunan suku bunga agresif dari bank-bank sentral major. Membaiknya sentimen pasar menyebabkan high-yielders diburu dan minyak mentah rebound.
  • The Conference Board (CB) Index rilis Selasa (25/11); Laporan Kuartalan Construction Work Done rilis Rabu (26/11); Laporan Kuartalan atas Private Capital Expenditure akan rilis Kamis (27/11); sementara itu, menutup akhir pekan ini dari benua Kangguru, Jum'at (28/11), rilis laporan bulanan Private Sector Credit.