Habis sudah harapan para investor untuk meraih untung di Wall Street setelah indeks kembali terjungkal lebih dari 400 poin, Kamis (20/11).
Yang lebih parah, kepanikan yang terjadi di lantai bursa terbesar di dunia itu telah membuat indeks terkapar di level yang belum pernah terlihat selama lebih dari lima tahun terakhir.
Kepanikan dipicu oleh aksi jual besar-besaran, setelah belum terlihat tanda-tanda akan disetujuinya program talangan (bail out)untuk industri otomotif Amerika.
Selain itu, tekanan kuat yang terjadi di sektor energi ditambah dengan ambruknya harga minyak mentah di bawah level US$ 50 per barel. Belum lagi sektor keuangan yang juga ikut menyumbang kekisruhan di lantai bursa.
Investor benar-benar panik setelah melihat begitu banyak indikator yang akan membenamkan ekonomi AS, tak kuasa untuk menahan lama open buy saham mereka.
Akibatnya, indeks Dow Jones kini terdampar di level 7.000-an, sementara indeks Standard & Poor's 500 sudah menyentuh level terendahnya sejak 1997, rekor terendah selama 11 tahun.
Ini akan menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Presiden terpilih Barack Obama, yang sebelumnya berjanji akan mengupayakan program talangan untuk industri otomotif Amerika disetujui Kongres.
Sebelumnya, “The Big Three”, yang meliputi General Motors, Ford Motors dan Chrysler LLC, telah meminta dana talangan senilai US$ 25 miliar untuk membantu menggerakkan bisnis mereka yang lumpuh akibat lesunya permintaan.
Di menit akhir perdagangan Kamis (20/11), indeks Dow Jones runtuh 444,99 poin menjadi 7.552,29. Indeks Standard & Poor's 500 anjlok 54,14 poin menjadi 752,44. Dan indeks Nasdaq jatuh 70,30 poin menjadi 1.316,12 (research-iwan)
Nikkei Dibuka Merosot, Akibat Anjloknya Wall Street
Indeks bursa Jepang, Nikkei, pada perdagangan pagi ini (21/11) melemah oleh terpukul kerasnya Wall Street di level 11 tahun terndah dan penguatan yen kembali, di mana indeks spot terpeleset 3.0% pada level 7472.18, sementara indeks berjangka untuk periode Desember menurun sekitar 100 poin di level setelah sempat bertengger lebih rendah sebelumnya sekitar level 7320.
Nikkei melemah pada hari Jumat ini karena penurunan yang tajam dalam bursa saham US, penguatan yen dan ketakutan resesi global yang kelihatannya memicu investor institusional membuang asset yang beresiko seperti saham.
Fokus lainnya adalah Orix Corp yang merupakan perusahaan jasa leasing dan keuangan yang mengatakan akan mengeluarkan 150 milyar yen obligasi konversi yang bertujuan untuk membayar hutang jangka pendek dan meningkatkan dana untuk investasi.
Bursa saham US melemah tajam karena investor menghindari resiko akibat ketakutan terhadap penurunan yang dalam atas ekonomi sehingga membuat index S&P ke level terendah sejak 1997.
Peningkatan yen terpantau mendorong turun saham exportir, sementara investor kelihatannya akan menjual saham keuangan untuk cut loss, demikian menurut analis dari Daiwa Securties SMBC.
Pasar memperkirakan Nikkei diperdagangkan diantara 7,200-7,500. Toyota Motor sedang mengurangi output 200,000 kendaraan pertahun pada pabriknya di Thailand karena lemahnya penjualan. NTT Corp merencanakan untuk share split 100 untuk 1 pada tanggal 4 Januari.
Nikkei melemah pada hari Jumat ini karena penurunan yang tajam dalam bursa saham US, penguatan yen dan ketakutan resesi global yang kelihatannya memicu investor institusional membuang asset yang beresiko seperti saham.
Fokus lainnya adalah Orix Corp yang merupakan perusahaan jasa leasing dan keuangan yang mengatakan akan mengeluarkan 150 milyar yen obligasi konversi yang bertujuan untuk membayar hutang jangka pendek dan meningkatkan dana untuk investasi.
Bursa saham US melemah tajam karena investor menghindari resiko akibat ketakutan terhadap penurunan yang dalam atas ekonomi sehingga membuat index S&P ke level terendah sejak 1997.
Peningkatan yen terpantau mendorong turun saham exportir, sementara investor kelihatannya akan menjual saham keuangan untuk cut loss, demikian menurut analis dari Daiwa Securties SMBC.
Pasar memperkirakan Nikkei diperdagangkan diantara 7,200-7,500. Toyota Motor sedang mengurangi output 200,000 kendaraan pertahun pada pabriknya di Thailand karena lemahnya penjualan. NTT Corp merencanakan untuk share split 100 untuk 1 pada tanggal 4 Januari.
Hang Seng Ditutup Melemah; Kepanikan Ancaman Resesi Global
Di akhir perdagangannya (20/11) bursa Hong Kong ditutup menurun. Kekhawatiran mengenai kondisi resesi global semakin membebani pergerakan bursa. Para investor khawatir kondisi yang dialami oleh Hong Kong saat ini akan berlangsung lama.
Hong Kong yang yang saat ini dihantam krisis memperlihatkan ketidakberdayaannya terhada gejolak perekonomian global. Melemahnya dollar Hong Hong terhadap dollar AS memperlihatkan bahwa depresiasi mata uang lokal akan semakin membuat kondisi moneter Hong berada di level yang memprihatinkan.
Indeks Hang Seng ditutup turun sebesar 517,24 poin atau 4,04% menjadi 12.298,56 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 447 poin menjadi 12.191 basis poin, dengan pergerkan level tertinggi mencapai 12.257 poin dan terendah 11.832 poin. Total turnover pada hari ini mencapai 44,62 miliar hkd.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham ICBC yang turun sebesar 6,6%, saham China Life turun 4,6% dan saham Sun Hung Kai turun 8,2%. Sedangkan indeks sektor properti turun sebesar 554,48 poin atau 3,89% menjadi 13.714,80 basis poin dan indeks sektor finansial melemah 848,88 poin atau 4,23% menjadi 19.214,53 basis poin.
Hong Kong yang yang saat ini dihantam krisis memperlihatkan ketidakberdayaannya terhada gejolak perekonomian global. Melemahnya dollar Hong Hong terhadap dollar AS memperlihatkan bahwa depresiasi mata uang lokal akan semakin membuat kondisi moneter Hong berada di level yang memprihatinkan.
Indeks Hang Seng ditutup turun sebesar 517,24 poin atau 4,04% menjadi 12.298,56 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 447 poin menjadi 12.191 basis poin, dengan pergerkan level tertinggi mencapai 12.257 poin dan terendah 11.832 poin. Total turnover pada hari ini mencapai 44,62 miliar hkd.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham ICBC yang turun sebesar 6,6%, saham China Life turun 4,6% dan saham Sun Hung Kai turun 8,2%. Sedangkan indeks sektor properti turun sebesar 554,48 poin atau 3,89% menjadi 13.714,80 basis poin dan indeks sektor finansial melemah 848,88 poin atau 4,23% menjadi 19.214,53 basis poin.
Ancaman Resesi Seret Kospi ke Level Negatif
Bursa Seoul, Korea Selatan di akhir perdagangannya kemarin (20/11) ditutup melemah. Ancaman mengenai resesi yang kemungkinan akan melanda Korea Selatan semakin membuat khawatir para investor.
Seperti kita ketahui, dua negara tetangga Korea yaitu Jepang dan Hong Kong sebelumnya telah resmi mengalami resesi setelah dalam dua kuartal terakhir mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi.
Turunnya saham Citigroup hingga mencapai 235 membuat saham-saham perbankan lokal semakin mengalami ketertekanan. Hal tersebut belum lagi ditambah oleh melemahnya saham-saham eskportir yang dipimpin oleh anjloknya saham Hynix.
Indeks Kopsi ditutup sebesar 68,13 poin atau 6,7% menjadi 948,69 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 10,1 poin menjadi 122,95 basis poin, dengan level tertinggi sempat mencapai 128,75 poin dan terendah 122,80 poin.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham KB Financial yang turun 14,9%, saham Hana Financial melemah 14,72%, saham Woori Finance turun 10,6%, saham Hynix melemah 15% dan saham Samsung Electronics turun 3,42%.
Seperti kita ketahui, dua negara tetangga Korea yaitu Jepang dan Hong Kong sebelumnya telah resmi mengalami resesi setelah dalam dua kuartal terakhir mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi.
Turunnya saham Citigroup hingga mencapai 235 membuat saham-saham perbankan lokal semakin mengalami ketertekanan. Hal tersebut belum lagi ditambah oleh melemahnya saham-saham eskportir yang dipimpin oleh anjloknya saham Hynix.
Indeks Kopsi ditutup sebesar 68,13 poin atau 6,7% menjadi 948,69 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 10,1 poin menjadi 122,95 basis poin, dengan level tertinggi sempat mencapai 128,75 poin dan terendah 122,80 poin.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham KB Financial yang turun 14,9%, saham Hana Financial melemah 14,72%, saham Woori Finance turun 10,6%, saham Hynix melemah 15% dan saham Samsung Electronics turun 3,42%.
Emas Menguat, Mengiringi Rumor Pemangkasan Bunga AS
Makin santernya rumor bahwa The Fed akan segera melakukan pemangkasan bunga lagi berdampak penguatan terhadap berbagai komoditas logam sebagai alternative investasi, terutama emas.
Bunga, yield atas Treasury notes jatuh tempo dua-tahun, turun hingga dibawah 1 percent.
Sementara harga emas berjangka untuk kontrak penyerahan bulan Desember di pasar NYMEX naik $12.70, atau menguat 1.7 percent, menjadi $748.70 per ounce.
The Fed bakal akan memangkas kembali suku bunga yang ada saat ini hingga 25 basis poin, menjadi 0.75 percent, demikiain menurut survey yang dilakukan oleh 68 ahli ekonomi pada kantor berita Bloomberg.
“Dengan suku bunga bank yang rendah berpotensi memicu investor untuk meng-koleksi emas sebagai alternative asset,” ungkap Ron Goodis, retail trading director pada Equidex Brokerage Group Inc. Closter, New Jersey.
Namun penguatan yang terjadi pada emas, mungkin tidak akan membawa nasib serupa pada jenis komoditas logam lainnya.
Bunga, yield atas Treasury notes jatuh tempo dua-tahun, turun hingga dibawah 1 percent.
Sementara harga emas berjangka untuk kontrak penyerahan bulan Desember di pasar NYMEX naik $12.70, atau menguat 1.7 percent, menjadi $748.70 per ounce.
The Fed bakal akan memangkas kembali suku bunga yang ada saat ini hingga 25 basis poin, menjadi 0.75 percent, demikiain menurut survey yang dilakukan oleh 68 ahli ekonomi pada kantor berita Bloomberg.
“Dengan suku bunga bank yang rendah berpotensi memicu investor untuk meng-koleksi emas sebagai alternative asset,” ungkap Ron Goodis, retail trading director pada Equidex Brokerage Group Inc. Closter, New Jersey.
Namun penguatan yang terjadi pada emas, mungkin tidak akan membawa nasib serupa pada jenis komoditas logam lainnya.
Point of View Kawasan EURO Hari ini
Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
- Jumlah pekerja AS yang mengisi klaim baru untuk subsidi penganguran melonjak minggu lalu ke level tertingginya dalam 16 tahun, sebagaimana dikutip data Departemen Pekerja AS, Kamis, terkait kesulitan kondisi ekonomi yang memaksa perusahaan untuk memangkas sejumlah pekerjanya. Klaim asuransi pengangguran musiman naik ke 542,000 di akhir 15 November dan direvisi 515,000 pada laporan sebelumnya. Ini lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 505,000 klaim baru.
- Euro tembus level rendah dalam satu minggu dibandingkan dengan yen dan dolar pada perdagangan Kamis (20/11) sesudah pandangan ekonomi yang suram dari Federal Reserve yang menekankan kondisi global yang mengerikan, mencetuskan permintaan baru untuk mata uang yang memiliki hasil lebih rendah.
- Bundesbank kemarin (20/11) mengumumkan bahwa prediksi perekonomian Jerman pada kuartal keempat akan masih dalam kondisi negatif, atau melanjutkan kondisi resesi yang terjadi pada dua kuartal sebelumnya. Negatifnya pertumbuhan ekonomi membuat perekonomian Jerman dipastikan akan mengalami kurun waktu resesi yang cukup panjang. Penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga yang sebesar 0,5%, diperkirakan akan kembali berlanjut pada penurunan sebesar 0,2% pada kuartal keempat menurut pihak Bundesbank.
- Masih berkutatnya pertumbuhan ekonomi Jerman dilevel negatif membuat pihak pemerintah berencanan akan melakukan beberapa alternatif kebijakan terutama melakukan dorongan kepada sektor perbankan dan sektor riil guna semakin mendorong terciptanya pemulihan ekonomi secara bersamaan. Tertekannya perekonomian Eropa saat ini merupakan dampak dari kebijakan tunggal moneter yang dilakukan ECB sebagai pemilik mandat dalam mengatur kebijakan moneter Eropa.
- Asosiasi Perbankan Jerman (BdB) memperkirakan bahwa perekonomian Jerman akan mengalami stagnansi pada tahun 2009, bahkan pertumbuhan ekonomi tahun depan diprediksi akan berkisar di level 0,5%. Selain itu, BdB juga memprediksi bahwa rata-rata GDP pada tahun depan akan berkisar antara 1,6% sampai dengan 1,9%.
- Jika konsesus yang dirilis nanti benar adanya, maka euro lebih berpotensi melemah dan tak ada rilis publikasi agenda ekonomi dari kawasan Eropa hari ini.
Point of View STERLING Hari Ini
Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;
.
- Sterling, melemah terbatas atas dolar (20/11). Hal ini karena rilis data penjualan ritel Inggris yang melemah 0.1%. Hal ini masih dibawah ekspektasi para analis yang sebelumnya memperkirakan akan melemah sebesar 0.9% bulan ini.
- Akan tetapi pelemahan ini tetap menandakan ekonomi Inggris masih tertekan dilihat dari melemahnya penjualan ritel. Melemahnya penjualan ritel ini dikarenakan mulai melemahnya pendapatan masyarakat dan juga resiko yang meningkat sehingga permintaan akan barang ritel juga melemah.
- Bank Sentral Inggris sendiri sudah melihat akan perlambatan ekonomi di Inggris saat ini. Untuk itu BOE akan memangkas suku bunga sebesar 150 Bps bahkan lebih guna mendongkrak perekonomian Inggris kembali. Bahkan BOE dapat pula menurunkan suku bunga sebesar 200 Bps bila diperlukan. Apalagi saat ini inflasi sudah mulai mereda ditandai dengan anjloknya harga minyak.
- Hal ini terlihat dari Voting BOE kemarin dengan agenda akan menurunkan suku bunga sebesar 150 Bps. Dalam Voting tersebut berakhir dengan posisi 9-0. Artinya seluruh anggota dewan Gubernur BOE sepakat untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
- Hari ini tak ada data dari Inggris, tapi besok (22/11) Deputy Gubernur BOE Richard Bean akan berpidato pada konferensi yang diadakan oleh Bank of Turkey, di Istanbul.
.
Point of View YEN Hari Ini
Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;
- Ekspor Jepang merosot cepat dalam tujuh tahun di bulan Oktober akibat krisis finansial global yang menghambat penjualan mobil dan elektronik. Ekspor, mesin utama pertumbuhan ekonomi Jepang dalam enam tahun terakhir, turun 7.7% dari setahun lalu, penurunan terbesar sejak Desember 2001.
- Yen menguat di saat kondisi sektor kredit global mengalami ketidakpastian oleh berkurangnya carry trade. Pada pernyataannya malam tadi Henry Paluson mengungkapkan ketidaksetujuannya apabila paket bailout senilai 700 miliar dolar yang telah disetujui kongres digunakan untuk menyelamatkan sektor otomotif, yaitu Ford, General Motors, dan Chrysler.
- Gubernur BoJ Nishimura mengatakan bahwa tensi pada pasar finansial global telah meningkat dan pasar finansial Jepang menjadi tidak stabil. Deputi Gubernur Nishimura mempertimbangkan akan adanya komentar pertama dari bank sentral pada sistem finansial Jepang yang menjadi tidak stabil dan untuk kedepannya Jepang masih akan mendapat berita yang buruk dari perbankan Jepang di waktu yang akan datang.
- Ada kemungkinan bahwa BOJ akan mengumumkan kebijakan tentang bunga hari ini. Jika sesuai ekspetasi, BOJ dipastikan tidak akan memangkas suku bunga acuan yang ada saat ini.
Point of View SWISS Hari Ini
Rilis data ekonomi dari Swiss;
- Kamis (20/11), Bank Sentral Swiss (SNB) membuat kejutan dengan memangkas bunga sebesar 100 basis poin pada target kisaran bunga untuk periode 3 bulanan Swiss Franc LIBOR ke level 0.50 – 1.50 persen.
- Pemangkasan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam satu bulan dan saat berita ini dirilis SNB mengatakan bahwa terdapat resiko yang tinggi untuk penurunan di sektor aktivitas ekonomi Swiss tahun depan, sebagaimana dilansir Reuters, kamis.
- Analis menilai resesi di zona uni-eropa akan mengurangi pertumbuhan ekspor Swiss dan berpotensi melemahkan sektor ketenagakerjaan, yang kemudian akan berujung pada berkurangnya pengeluaran keluarga untuk belanja kebutuhan retail.
- Tak ada data dari Swiss hari ini
Point of View AUSSIE Hari Ini
Yang terjadi di Australia;
- Indeks ekonomi utama Australia jatuh di bulan September, menandakan bahwa negara mungkin masuk ke dalam resesi, sehingga mengakhiri ekspansi ekonomi selama 17 tahun berturut-turut. Indeks utama, sebuah ukuran atas pertumbuhan ekonomi mendatang, turun 1% menjadi 258.4 poin.
- Bill Evans, pimpinan ekonom pada Westpac di Sydney mengungkapkan, ``Pertumbuhan semester pertama tahun 2009 bisa tidak positif, dengan resiko pertumbuhan dua kuartal pertama di 2009 menjadi negatif.'' Pembuat kebijakan diperkirakan memotong bunga setengah poin lagi pada 2 Des menjadi 4.75 %, menurut 13 dari 22 ekonom.
- Buruknya outlook ekonomi global kembali diperparah dengan anjloknya ekspor negara Jepang ke asia untuk pertama kalinya sejak 2002 lalu. Hal ini membuat investor terus memburu mata uang dolar sebagai langkah risk aversion. Hal ini karena dolar lebih aman dibandingkan mata uang utama lainnya termasuk dengan Aussie. Belum lagi adanya kabar bahwa sektor otomotif di AS dalam ambang kebangkrutan saat ini.
- Selain itu memburuknya harga minyak juga menambah akselerasi penurunan mata uang aussie. Hal ini karena ekonomi Australia sebagian besar tergantung dari sektor tambang. Sehingga dengan terus turunnya harga minyak maka akan memperburuk outlook ekonomi Australia. Saat ini harga minyak jenis NYMEX anjlok dibawah level US$ 50 per barel.
- Tak ada data dari Australia hari ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)