Indeks bursa Jepang, Nikkei, pada perdagangan pagi ini (21/11) melemah oleh terpukul kerasnya Wall Street di level 11 tahun terndah dan penguatan yen kembali, di mana indeks spot terpeleset 3.0% pada level 7472.18, sementara indeks berjangka untuk periode Desember menurun sekitar 100 poin di level setelah sempat bertengger lebih rendah sebelumnya sekitar level 7320.
Nikkei melemah pada hari Jumat ini karena penurunan yang tajam dalam bursa saham US, penguatan yen dan ketakutan resesi global yang kelihatannya memicu investor institusional membuang asset yang beresiko seperti saham.
Fokus lainnya adalah Orix Corp yang merupakan perusahaan jasa leasing dan keuangan yang mengatakan akan mengeluarkan 150 milyar yen obligasi konversi yang bertujuan untuk membayar hutang jangka pendek dan meningkatkan dana untuk investasi.
Bursa saham US melemah tajam karena investor menghindari resiko akibat ketakutan terhadap penurunan yang dalam atas ekonomi sehingga membuat index S&P ke level terendah sejak 1997.
Peningkatan yen terpantau mendorong turun saham exportir, sementara investor kelihatannya akan menjual saham keuangan untuk cut loss, demikian menurut analis dari Daiwa Securties SMBC.
Pasar memperkirakan Nikkei diperdagangkan diantara 7,200-7,500. Toyota Motor sedang mengurangi output 200,000 kendaraan pertahun pada pabriknya di Thailand karena lemahnya penjualan. NTT Corp merencanakan untuk share split 100 untuk 1 pada tanggal 4 Januari.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..