rss

Wednesday, November 26, 2008

Wall Street Beragam, the Fed Umumkan Paket Penyelamatan

Wall Street pada perdagangan Selasa (25/11), dinihari tadi WIB, masih menunjukkan kinerja yang cukup, meski tidak semua indeks menguat, cenderung beragam atau mixed.

Kondisi itu terkait dengan meningkatnya optimisme pasar, diperkirakan bahwa paket penyelamatan yang diluncurkan the Federal Reserve dapat membangkitkan kembali kepercayaan pasar perumahan dan juga memberi kesempatan lagi kepada konsumen untuk mendapatkan kredit.

Namun, tidak demikian dengan indeks Nasdaq yang berakhir melemah. Pelemahan itu disebabkan ambruknya saham-saham teknologi seiring dengan makin turunnya permintaan.

Kabar terburuk dari sektor teknologi adalah ketika Cisco Systems (CSCO.O) mengumumkan bahwa mereka akan menutup sebagian besar operasionalnya di AS dan Kanada selama lima hari. Langkah itu diambil sebagai upaya memangkas biaya.

Selain itu, pasar kemarin juga tidak terlalu bersemangat karena pemerintah mengumumkan bahwa PDB AS untuk kuartal ketiga tahun ini turun 0,5%, meski sesuai ekspetasi, tapi Itu menunjukkan bahwa AS sudah semakin dekat dengan resesi.

Akibatnya, indeks Dow Jones hanya naik 36,47 poin menjadi 8.479,86. Untuk indeks Standard & Poor's 500 menguat 5,59 poin menjadi 857,40. Namun, indeks Nasdaq rontok 7,29 poin menjadi 1.464,73

Sementara itu dari dalam negeri, setelah mencicipi zona positif pada perdagangan Selasa (25/11), Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan Rabu ini (26/11).

Apalagi Wall Street semalam berakhir mixed dengan indeks Dow Jones hanya naik 36 poin, sementara indeks Nasdaq rontok akibat jatuhnya saham-saham teknologi.

Namun, tekanan paling parah yang kemungkinan akan menahan laju pergerakan indeks di BEI adalah jatuhnya harga minyak yang kembali ke kisaran US$ 50 per barel, dari sebelumnya di US$ 54 per barel.

Jika dalam dua hari perdagangan terakhir sektor tambang menjadi penyumbang kenaikan terbesar, ada kemungkinan hari ini akan terjadi yang sebaliknya. Jika itu terjadi, maka dapat diprediksikan IHSG akan tertahan.

Saham kelompok Bakrie, yang banyak berkecimpung di bisnis energi, kemarin menjadi saham-saham yang mengerakkan bursa. Tapi jika harga minyak jatuh seperti saat ini, ada kemungkinan kelompok usaha ini juga akan menggerus kenaikan yang terjadi kemarin.

Jadi, ada potensi cukup besar para investor akan melakukan aksi ambil untung hari ini dengan kondisi eksternal yang kurang menguntungkan. (sumber:pojokberita.web.id)

Emas Melemah, Sentimen Negatif atas Turunnya GDP AS

Harga emas pada perdagangan pada pasar New York semalam (25/11) masih menunjukkan posisi melemah mengikuti negatifnya pergerakan harga minyak mentah. Melemahnya harga emas itu disebabkan oleh flatnya pergerakan euro dan pounds terhadap dollar. Kondisi tersebut terbilang wajar mengingat para investor telah kembali melepas posisinya akibat menguatnya bursa saham diseluruh kawasan.

Emas spot saat ini mengalami penurunan sebesar 12,90 dollar atau 1,57% menjadi 806,6 dollar/ons. Sedangkan emas berjangka untuk kontrak bulan Desember mengalami penurunan sebesar 8,3 dollar atau 1% menjadi 811,20 dollar.

Pelemahan juga dialami oleh beberapa komoditi logam seperti perak yang melemah 1,9% menjadi 10,35 dollar/ons, platinum turun 1 dollar atau 0,1% menjadi 865 dollar/ons dan paladium bergerak konstan di level 195,5 dollar/ons.

Point of View Kawasan EURO Hari ini

Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
  • Komisi Eropa akan menyusun draft di hari Rabu yang ditujukan untuk merangsang perekonomian eropa yang terpukul oleh resesi termasuk pertambahan nilai pemotongan pajak dan menyerukan untuk pemangkasan suku bunga ECB, seperti ditunjukan oleh dokumen draft Komisi Eropa seperti dikutip oleh Reuters, Senin.
  • Proposal draft, yang diperkirakan Reuters, tidak mencantumkan perincian rencana stimulus, yang dikatakan Jerman minggu lalu dapat diperkirakan akan senilai 1 persen dari jumlah GDP Eurepean Union’s, atau senilai 130 milyar euro ($164 milyar). Jumlah final dari program tersebut, ditujukan untuk membantu uni eropa untuk keluar dari krisis finansial, yang akan diputuskan di hari Rabu esok setelah konsultasi pihak pemerintah setempat dengan Presiden Komisi Jose Manuel Barroso.
  • Business confidence Jerman anjlok hingga level terendah hampir 16 tahun terakhir di bulan November terkait krisis finansial global yang melemahkan permintaan untuk ekspor.
  • Basis Ifo institute di Munich menyatakan bahwa business climate index, diambil dari survey 7,000 eksekutif, yang anjlok ke 85.8 dari 90.0 di bulan Oktober. Level terendah sejak Februari 1993. “Saya memperkirakan ECB akan pangkas bunga minimal 75 basis poin, jika tidak 100 basis poin,” demikian disampaikan ekonom Ifo Gernot Nerb yang dikutip dari Bloomberg..
  • Hari ini, Rabu (26/11), dari kawasan Eropa akan rilis agenda ekonomi German Import Prices m/m dan Prelim CPI m/m, serta pukul 15.30 WIB nanti, Gubernur ECB, Trichet berencana akan pidato bersama dengan Gubernur Bank Sentral Mesir, Egyptian Central Bank, Farouk el-Okdah, di Cairo.

Point of View STERLING Hari Ini

Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;

  • British pound menguat terhadap dollar AS dan euro setelah pasar saham mereka juga menguat. Para investor masih melakukan bargain hunting atas aset yang berimbal balik besar.(higher-yielding assets).
  • Sentimen positif lain bagi penguatan Sterling kemarin datang dari rencana the Fed yang akan memberi bantuan kepada berbagai negara di Asia, demi menaikkan daya beli dan mengangkat pasar saham di Asia maupun Eropa.
  • Aksi carry trades, masih mendominasi perdagangan antara British Pound dengan Swiss Franc. Carry trade ini adalah situasi dimana investors mendapatkan funds/dana/pinjaman dari negara yang rendah tingkat borrowing costs nya, lalu kemudian mengalihkan dana-dana tersebut pada negara yang memiliki higher interest rates, suku bunga yang tinggi. Selisih bunga merupakan pendapatan investor.
  • Revised GDP rencana rilis hari ini pukul 16.30 WIB bersama Index of Services 3m/3m.




.

Point of View YEN Hari Ini

Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;
  • Gap output Jepang, sebagai definisi dari keseimbangan supply dan demand Ekonomi Jepang, melebar ke area negatif tertingginya dalam tiga tahun terakhir dalam triwulan ketiga, menyarankan adanya resiko dari deflasi. Angka gap output Jepang minus 0.8 persen di bulan Juli-September, demikian dijelaskan laporan riset pihak pemerintah seperti dilansir Reuters, Selasa, dari minus 0.4 di periode April-Juni.
  • Gap output negatif ini menggambarkan adanya kelebihan penawaran dibanding permintaan di perekonomian, mengindikasikan turunnya teori tekanan inflasi. Data BoJ yang ditunjukan dihari Selasa mengindikasikan bahwa tekanan inflasi sudah mereda terkait perlambatan ekonomi global, dengan indikasi harga untuk jasa bisnis Jepang mencapai kejatuhan terbesarnya dalam lima tahun terakhir di bulan Oktober dari tahun sebelumnya.
  • BoJ terus memantau gap output karena hal ini adalah indikator utama dalam menentukan kebijakan moneter bank sentral untuk mengukur kondisi harga. Gap output menunjukan seberapa jauh GDP telah menyimpang dari “potential GDP” atau menggambarkan volume aktivitas ketika ekonomi berjalan dalam kapasitas penuh. Laporan tersebut mengasumsikan pertumbuhan Potential GDP Jepang di level 1.3 persen untuk triwulan 3, demikian dijelaskan pihak pemerintah.
  • Hanya agenda dari Gubernur BoJ, Masaaki Shirakawa, yang hari ini pukul 15.00 berencana akan pidato di depan Research Wing, University of Tokyo, Tokyo.

Point of View SWISS Hari Ini

Rilis data ekonomi dari Swiss;

  • Koreksi dollar terhadap mata uang utama dunia juga berlangsung pada Swiss franc yang berhasil menguat setelah pemangkasan suku bunga SNB pekan lalu sebesar 100 bps. Analis memperkirakan pemangkasan suku bunga SNB tersebut akan segera diikuti oleh banks sentral negara lain.
  • Bailout senilai 20 juta USD dari pemerintah AS pada perusahaan keuangan terkemuka CitiGroup mengangkat minat pelaku pasar pada aset-aset beresiko, atau setidaknya menahan aksi risk aversion yang marak akhir-akhir ini.
  • Kalendar ekonomi Swiss pekan ini penuh dengan rilis indikator yang signifikan, namun masih berada pada bayang-bayang ancaman pemangkasan bunga lagi oleh SNB.
  • Fokus data fundamental terpenting pekan ini berasal dari rilis agenda KOF Swiss leading indicator, beberapa analis meng-ekspetasikan melemah, turun dari 0.35 menjadi 0.20, menjadi level terendah selama lima-tahun ini.
  • Hari ini tak ada publikasi agenda ekonomi dari Swiss.

Point of View AUSSIE Hari Ini

Yang terjadi di Australia;

  • Aussie dollar berhasil menguat terhadap dollar AS seiring berita bailout senilai 20 juta USD dari pemerintah AS pada perusahaan keuangan terkemuka CitiGroup. Beirta tersebut mengangkat minat pelaku pasar pada aset-aset beresiko, atau setidaknya menahan aksi risk aversion yang marak akhir-akhir ini.
  • Pada perdagangan di AS akhir minggu lalu aussie mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah Barack Obama mengumumkan Timothy Geithner sebagai Menteri Keuangan di kabinetnya. Ditunjukkan orang yang dipercaya oleh pasar ini membuat bursa AS mengalami rally.
  • Data yang rilis hari ini, Rabu (26/11), dari Australia yakni Construction Work Done q/q. Data ini digunakan untuk menakar perubahan total inflation-(adjusted value) dengan tingkat penyelesaian poyek konstruksi.