Hampir seluruh pasar saham di Asia dan Kanada kemarin ditutup menguat. Begitupula dengan pasar saham di kawasan Eropa, turut menguat.
Penguatan yang serempak pada pasar saham global kemarin, menurut kami, pasar sudah mulai merespon positif atas berbagai aksi taktis penangan krisis oleh hampir seluruh pemerintahan di dunia.
Di AS, Wall Street kemarin libur merayakan Thanksgiving
Sementara itu, harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Kamis waktu AS, diperkirakan pasar masih menanti pertemuan akhir pekan OPEC di Kairo, dimana kartel produsen minyak mentah itu akan memutuskan lagi penurunan produksinya.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah terus mengamati kejatuhan harga minyak dari rekor tertinggi di atas 147 dolar AS pada Juli, yang memicu kekhawatiran serius di antara para anggotanya tentang jatuhnya pendapatan mereka.
Minyak mentah light sweet untuk penyerahan Januari, turun 22 sen menjadi 54,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Di InterContinental Exchange (ICE), London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari jatuh 39 sen menjadi 53,53 dolar AS.
Secara mengejutkan, Rabu (26/11) kemarin Bank Sentral China (The People's Bank of China) mengumumkan pemangkasan bunga (cut lending rate) dan suku bunga deposito sebesar 108 bps hingga menjadi masing-masing 5.58% dan 2.52%.
Aksi dari Bank Sentral China tersebut diyakini sebagai tindakan untuk menstimulasi aktifitas ekonomi negara, penyusutan tingkat PDB sebesar 9%, rekor terendah sejak lima-tahun menjadi referensi utamanya.
Pada perdagangan Jumat (28/11), IHSG masih memiliki peluang untuk bertahan di zona hijau. Namun, penurunan harga minyak mentah di US$ 53 per barel juga patut diwaspadai.
Jika sektor tambang dan komoditas lainnya merespons negatif penurunan harga minyak itu, ada kemungkinan itu akan memicu aksi ambil untung, seperti yang terjadi sejak sesi perdagangan siang kemarin.
Dengan libur Thanksgiving di Amerika, membuat investor lokal akan mengacu dalam bertransaksi ke bursa regional hari ini.
Namun, jika mengacu pada hasil perdagangan tiga hari terakhir yang terus menguat, ada peluang sejumlah investor untuk mulai merealisasikan gain mereka hari ini.
Penurunan harga saham Bumi Resources (BUMI) yang kembali melorot di bawah Rp 1.000 per barel, juga akan mempengaruhi pergerakan harga saham di sektor tambang.
Tetapi selain kemungkinan penurunan, ada juga peluang untuk menguat, yaitu dari sektor keuangan menyusul ekspektasi Bank Indonesia akan menurunkan tingkat sukubunga acuannya pada pertemuannya pekan depan.
Penurunan tingkat sukubunga acuan di tengah krisis saat ini sangat diharapkan para pelaku bisnis untuk menggerakkan perekonomian nasional, seperti yang telah dilakukan oleh sebagian besar negara lain di dunia.
Emas Menguat Tipis, Cenderung Sideways
Harga emas berjangka pada perdagangan elektronik Nymex di Asia kemarin (27/11) terpantau mengalami pergerakan yang stabil. Harga komoditas ini mengalami penguatan tipis setelah euro mengalami rebound terhadap dolar AS. Pergerakan menguat emas diperkirakan akan berlanjut seiring aksi pembelian aset safe haven setelah penyerangan teroris di Mumbai mengguncangkan sektor keuangan di negara tersebut.
Pada penyerangan yang terjadi di India tersebut setidaknya 104 orang tewas dan 200 orang lainnya terluka. Pada hari ini bursa saham di India terpaksa di-suspen karena dampak dari penyerangan tersebut belum terukur. Para teroris tersebut menjadikan orang-orang asing sebagai sasaran.
Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 35 sen menjadi 812.10 dolar per ons. pada hari Rabu lalu harga emas spot ini mencapai level tertingginya dalam enam minggu belakangan. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari 2009 mengalami peningkatan sebesar 30 sen menjadi 811.5 dolar per ons.
Untuk jangka panjang pergerakan harga emas masih memiliki potensi besar untuk menguat. Retreat emas hari ini merupakan kondisi yang wajar karena harganya telah naik tinggi. Untuk saat ini harga emas akan menemui support kuat di level 739-750 dolar per ons.
Pada penyerangan yang terjadi di India tersebut setidaknya 104 orang tewas dan 200 orang lainnya terluka. Pada hari ini bursa saham di India terpaksa di-suspen karena dampak dari penyerangan tersebut belum terukur. Para teroris tersebut menjadikan orang-orang asing sebagai sasaran.
Harga emas spot mengalami peningkatan sebesar 35 sen menjadi 812.10 dolar per ons. pada hari Rabu lalu harga emas spot ini mencapai level tertingginya dalam enam minggu belakangan. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Februari 2009 mengalami peningkatan sebesar 30 sen menjadi 811.5 dolar per ons.
Untuk jangka panjang pergerakan harga emas masih memiliki potensi besar untuk menguat. Retreat emas hari ini merupakan kondisi yang wajar karena harganya telah naik tinggi. Untuk saat ini harga emas akan menemui support kuat di level 739-750 dolar per ons.
Point of View Kawasan EURO Hari ini
Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
- Indikator the euro zone’s business climate (BCI) anjlok ke level terendah lebih dari 15 tahun di bulan November, demikian dijelaskan laporan data Komsisi Eropa seperti dilansir Reuters, Kamis. Indikator yang menggambarkan laju perputaran bisnis, jatuh hingga minus 2.14 poin dari Oktober di minus 1.34 poin. Pasar memperkirakan keluaran angka minus 1.5. Saat ini indicator mulai mendekati level yang terakhir di lihat pada tahun 1993.
- Pergerakan nilai tukar euro terhadap dolar pada perdagangan kemarin (27/11) terpantau mengalami rebound. Setelah kemarin mengalami penurunan yang cukup besar, euro mengalami kenaikan didorong oleh data buruk dari AS. Malam tadi AS libur Thanksgiving.
- Departemen Tenaga Kerja Jerman kemarin (27/11) menyatakan bahwa tingkat pengangguran pada bulan November ini mengalami penurunan. Berdasarkan laporan tersebut diketahui bahwa tingkat pengagguran mengalami penurunan tipis sebesar 0,1% menjadi 7,1%, atau sebanyak 2,988 juta orang. Menurunnya tingkat pengangguran tersebut bertolak belakang dengan prediksi yang dilakukan oleh para ekonom yang sebelumnya memperkirakan bahwa pengangguran akan menurun sebesar 3000 orang.
- Disaat yang bersamaan, Departemen Perdagangan Jerman mengumumkan data mengenai penjualan ritel pada bulan November ini yang dilaporkan meningkat sebesar 1% menjadi total 74,7 miliar euro. Meningkatnya penjualan ritel terbilang wajar mengingat sesaat lagi akan datang hari raya Natal dan tahun baru, dimana pada saat ini biasanya banyak toko-toko yang menerapkan diskon yang dapat meningkatkan volume pembelian dari konsumen.
- Hari ini, Consumer Price Index (CPI) Flash Estimate, Italian Prelim CPI, dan Unemployment Rate akan rilis dari kawasan Eropa berbarengan rilis pukul 17.00 WIB.
Point of View STERLING Hari Ini
Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;
.
- Departemen Perdagangan Inggris kemarin (27/11) mengumumkan bahwa harga rumah pada bulan November ini mengalami penurunan. Berdasarkan laporan tersebut diketahui bahwa harga rumah bulan November telah mengalami penurunan sebesar 0,4%. Sehingga dalam satu tahun terakhir harga rumah telah mengalami penurunan sebesar 13,9%, dengan rata-rata penurunan mencapai 158.442 pounds.
- Data di sektor properti ini semakin memberikan korelasi kepada kondisi belum pulihnya perekonomian Inggris. Bank Sentral Inggris (BoE) pada pekan depan berencana akan kembali melakukan pemangkasan tingkat suku bunganya sebesar 1,5%. Langkah yang diambil BoE ini merupakan kebijakan moneter terakhir yang akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Terpuruknya sektor riil dan manufaktur setidaknya memberikan gambaran bahwa perekonomian Inggris menuju ambang resesi.
- British Pounds, meski cenderung bergerakan flat namun pergerakannya diperkirakan akan masih berada pada teritori positif.
- GfK NOP Consumer Confidence Barometer dan Confederation of British Industry (CBI) rilis pukul 18.00 WIB akan menjadi agenda ekonomi penutup pekan ini
.
Point of View YEN Hari Ini
Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;
- Pergerakan nilai tukar yen pada perdagangan kemarin (27/11) terpantau masih menguat terhadap dolar dan euro. Mata uang Jepang ini telah mengalami peningkatan selama tiga hari berturut-turut terhadap euro di tengah spekulasi bahwa resesi global akan mengakibatkan carry trade semakin berkurang karena minat para investor terhadap aset high-yield turun.
- Pergerakan transaksi mata uang di Asia hari ini akan cenderung bervolume rendah karena bursa AS akan ditutup untuk libur Thanksgiving.
- Mata uang Jepang, Yen, diperkirakan tren untuk jangka menengah pergerakannya masih akan cenderung memperlihatkan penguatan. Yen merupakan mata uang yang terpengaruh oleh aksi carry trade. Dengan kondisi sektor keuangan yang masih rentan saat ini carry trade mernjadi kurang diminati sehingga yen berpotensi terus menguat.
- Mixed hasil rilis data dari Jepang di pagi ini, diantaranya Manufacturing PMI, Household Spending turun menjadi -3.8%, Tokyo Core CPI melemah, semula 1.5% menjadi 1.1%; National Core CPI, Unemployment Rate, Prelim Industrial Production menyusut menjadi -3.1%; sedangkan Retail Sales naik, dari 03% ke 0.6%.
Point of View SWISS Hari Ini
Rilis data ekonomi dari Swiss;
- Koreksi dollar terhadap mata uang utama dunia juga berlangsung pada Swiss franc yang berhasil menguat setelah pemangkasan suku bunga SNB pekan lalu sebesar 100 bps. Analis memperkirakan pemangkasan suku bunga SNB tersebut akan segera diikuti oleh banks sentral negara lain.
- Bailout senilai 20 juta USD dari pemerintah AS pada perusahaan keuangan terkemuka CitiGroup mengangkat minat pelaku pasar pada aset-aset beresiko, atau setidaknya menahan aksi risk aversion yang marak akhir-akhir ini.
- Kalendar ekonomi Swiss pekan ini penuh dengan rilis indikator yang signifikan, namun masih berada pada bayang-bayang ancaman pemangkasan bunga lagi oleh SNB.
- Fokus data fundamental terpenting pekan ini berasal dari rilis agenda KOF Swiss leading indicator, Konjunkturbarometer; beberapa analis meng-ekspetasikan melemah, turun dari 0.35 menjadi 0.20, menjadi level terendah selama lima-tahun ini.
- KOF indicator merupakan kombinasi dari 12 data ekonomi yang berkorelasi terhadap tingkat kepercayaan Sektor Perbankan, tingkat produksi perusahaan, pesanan baru, kepercayaan konsumen dan pertumbuhan sektor perumahan.
Point of View AUSSIE Hari Ini
Yang terjadi di Australia;
- Pergerakan nilai tukar aussie pada perdagangan kemarin (27/11) terpantau mengalami peningkatan yang cukup sifnifikan. Aussie menguat terhadap dolar AS setelah bursa Wall Street mengalami lonjakan tajam pada penutupan perdagangannya dini hari tadi.
- Wall Street membukukan kenaikan tajam setelah Presiden terpilih Obama mengumumkan Paul Volcker sebagai ketua dewan penasihat ekonomi kabinetnya. Sementara itu harapan bailout terhadap sektor otomotif di AS juga membangkitkan sentimen positif bagi bursa saham.
- Penguatan Ozzy ini juga disokong oleh rencana bailout yang dilakukan oleh beberapa negara di kawasan Eropa, kurang lebih 259 milyar dolar AS akan digelontor untuk menstimulus perekonomian negara-negara di kawasan itu.
- Hanya rilis data Private Sector Credit dari Ozzy hari ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)