rss

Wednesday, November 19, 2008

Kesempatan Lipatgandakan Saham

Saat ini adalah kesempatan bagi pemilik dana pas-pasan untuk bisa melipatgandakadan uang melalui bursa saham. Cara menyiasatinya dengan membentuk investor club atau dana patungan.

Kesempatan untuk memborong saham-saham potensial seperti saham-saham kelompok Bakrie memberi peluang bagi pemodal pas-pasan untuk bisa meraup keuntungan besar. Bayangkan saja, hanya dengan memiliki dana Rp 5.000.000, sudah bisa memiliki beberapa lot saham Grup Bakrie.

Langkah ini menurut saya bisa dilakukan dengan membuka account yang diisi beberapa orang nasabah. Namun yang teregistrasi di perusahaan sekuritas hanya satu orang, biasanya disebut investor club.

Umumnya investor club ini terdiri dari lima orang yang punya dana pas-pasan namun mencoba peruntungan investasi di saham. Untuk bertransaksi efek, anggota investor club bisa melakukan perundingan terlebih dahulu sebelum memutuskan bertransaksi saham.

Investor club ini banyak bermunculan di kalangan mahasiswa. Dengan minimal 25 juta, satu orang bisa patungan 5 juta untuk menjajal lantai bursa.

Pada dasarnya semua bisa berinvestasi di pasar modal. Besar kecilnya investasi sangat tergantung pada nilai investasi awal yang dipatok oleh perusahaan sekuritas.

Ada yang mulai dari 5 juta sampai 100 juta. Cara bertransaksi bisa dilakukan sendiri ataupun lewat equity sales untuk meneruskan order jual ataupun beli.

Untuk tahap awal berinvestasi, investor dapat membeli saham dalam jumlah 1 lot (500 lembar) sesuai peraturan BEJ. Pilihan jenis saham sangat tergantung oleh investor sendiri, namun bila belum paham, investor dapat bertanya ke equity sales perusahaan sekuritas saham-saham yang dapat dipilih dan dibeli.

Maksimal komisi atau fee yang dipungut sekuritas maksimal 1% dari nilai transaksi. Agar lebih menguntungkan, investor dapat memilih sekuritas yang mematok fee lebih kecil karena saat ini terjadi perang fee antar perusahaan efek.

Nasabah bisa cari fee yang murah. Namun jangan asal pilih sekuritas, pilih yang reputasinya bagus, pada dasarnya fee dapat dinegosiasikan kalau investasinya besar umumnya fee bisa dinego

Minyak Kian Gontai di US$ 54

Harga minyak mentah pada perdagangan Selasa (18/11) kian tak berdaya menghadapi kelesuan ekonomi global yang makin parah.

Ketidakpastian mengenai masa depan program talangan senilai US$ 25 miliar untuk industri otomotif AS membuat kecemasan pasar semakin parah, tak hanya di pasar minyak tapi juga di pasar modal.

Tekanan itu membuat harga minyak mentah jenis light sweet ditutup melorot 23 sen menjadi US$ 54,72 per barel, setelah sebelumnya sempat jatuh di US$ 54,13 per barel.

Sementara harga minyak jenis Brent di London merosot 23 sen menjadi US$ 52,08 per barel.

"Harga minyak mentah merosot bersamaan dengan Wall Street. ... Fundamental pasar sangat goyah," kata Andy Lebow, broker di MF Global.

Kejatuhan harga minyak ini membuat OPEC harus segera melakukan pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan pemangkasan produksi lagi dari yang disepakati September lalu sekitar 1,5 juta barel per hari.

Point of View AUSSIE Hari Ini

Yang terjadi di Australia;

  • Nilai tukar aussie pada perdagangan kemarin, mengalami penguatan terhadap rival utamanya, dolar AS (18/11). Mata uang Australia ini mengalami kenaikan terhadap dolar AS seiring dengan memburuknya indeks manufaktur di AS. Pada rilis malam sebelumnya data manufaktur AS anjlok ke level terendahnya dalam tujuh tahun belakangan. Kondisi ini memberikan tekanan bagi mata uang dolar AS.
  • Fokus data lokal yang dapat menjadi arahan bagi perdagangan kemarin adalah minute meeting RBA tanggal 4 November lalu di mana RBA memutuskan untuk menurunkan suku bunga di Australia sebesar 75 bps. Minute tersebut akan memberikan sinyal tentang kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan.
  • Penjualan ritel Australia menguat di triwulan ke tiga kurang dari perkiraan ekonom, sehingga memperkuat alasan bank sentral bahwa melambatnya ekonomi akan menjamin adanya rangkaian penurunan suku bunga sejak tahun 1991.
  • Pidato dan statement terntang kebijakan strategis penanganan krisis keuangan menjadi profil agenda ekonomi dari Australia hari ini. RBA Assistant Governor (Economics) Dr. Malcolm Edey, berpidato pada Konferensi the Australia and Japan Economic Outlook 2008, di Sydney dan RBA Governor Glenn Stevens akan berpidato pada CEDA annual dinner, Melbourne.

Point of View YEN Hari Ini

Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;
  • Menteri Keuangan Nakagawa memberikan keterangan kemarin (18/11) bahwa prioritas utama pemerintah adalah pemulihan ekonomi. Beliau mengatakan bahwa Jepang akan tetap menetapkan tujuannya dalam menjaga Balance Budget 2011.
  • Data GDP menunjukan bahwa perekonomian dalam masa penurunan dan hal itu akan meningkatkan kesulitan untuk sektor ekspor; mencatat kenaikan kecil pada permintaan domestik yang perlu dijaga kestabilannya. Dan penguatan Dolar AS membutuhkan ekonomi AS yang kuat; Penurunan sistem cadangan dolar akan menyebabkan kepanikan. Status harus tetap dijaga, untuk pertama kalinya sejak beberapa bulan terakhir, akhirnya Jepang menyatakan bahwa pasar didominasi oleh penguatan dolar saat merespon keadaan fluktuasi perdagangan di pasar uang.
  • Menteri Ekonomi Jepang Kaoru Yosano hari Selasa menyatakan bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan tidak tumbuh dimulai pada awal tahun fiscal bulan April, sebagai pengumuman dari komentar tersuram atas reaksi dari penurunan ekonomi Jepang.
  • Gubernur BoJ Nishimura mengatakan bahwa tensi pada pasar finansial global telah meningkat dan pasar finansial Jepang menjadi tidak stabil. Deputi Gubernur Nishimura mempertimbangkan akan adanya komentar pertama dari bank sentral pada sistem finansial Jepang yang menjadi tidak stabil dan untuk kedepannya Jepang masih akan mendapat berita yang buruk dari perbankan Jepang di waktu yang akan datang.
  • Hanya data All Industries Activity m/m yang rilis hari ini.

Point of View STERLING Hari Ini

Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;

  • Inflasi CPI Inggris telah memulai penurunan tajamnya, saat turun ke level 4.5 persen pada data tahun ke tahunya di bulan Oktober, dari tingkat yang menggamangkan 5.2 persen untuk tingkat data tahun ke tahun di September, dan dibawah perkiraan tingkat tahunan pasar 4.8 persen.
  • Penurunan minyak menekan biaya transportasi turun dan diskon harga di sektor garmen dan barang rumah tangga juga turun. Jadi bukan hanya inflasi saja yang terimbas oleh turunnya minyak, namun juga diikuti oleh banyak barang lainnya yang menyebabkan CPI inti (yang termasuk makanan, minuman, tembakau dan harga energi) juga turun, ke level 1.9 persen hingga 2.2 persen di bulan September. Kami melihat gejala kelanjutan penurunan pada inflasi, yang dapat membantu BoE untuk kejelasan dalam melonggarkan kebijakan moneternya. Kami melihat peluang adanya pemangkasan 100 basis poin di bulan Desember. Untuk bunga obligasi periode 2/10 tahun diperkirakan akan turun hingga 220 basis poin.
  • Harga obligasi pemerintah Inggris dan suku bunga berjangka turun di hari Jumat pekan lalu terkait adanya rebound di bursa saham global yang memicu aksi pengambilan profit setelah penutrunan tajam pada rally fixed income’s diminggu ini oleh berkembangnya perkiraan adanya pemangkasan bunga.
  • Saat ini diharapkan bahwa Bank Sentral Inggris (BoE) akan kembali meninjau kebijakan memangkas bunga untuk menghadang arus ekonomi dari ancaman krisis finansial. Selain iru, bank sentral merilis laporan triwulan inflasi pada perkiraan ekonomi yang terburuk sejak bank menjadi independent di tahu 1997 dan perkiraan inflasi yang dapat turun kurang dari setangah target 2 persen.
  • Monetary Policy Committee (MPC) Meeting Minutes bersama BoE dengan agenda utama pembahasan Suku bunga acuan dilaksanakan kemungkinan besar pukul 16.30 WIB nanti, kemudian disusul dengan data Confederation of British Industry (CBI) untuk sektor Industrial Order Expectations akan rilis pukul 18.00 WIB.


.

Point of View Kawasan EURO Hari ini

Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
  • Nilai tukar dolar terhadap euro dan yen mengalami peningkatan pada perdagangan kemarin (18/11). Dolar AS menguat di tengah spekulasi bahwa para investor di seluruh dunia makin gencar memburu dolar yang saat ini dinilai sebagai aset yang paling aman di saat krisis ekonomi global mengancam.

  • Dolar AS mengalami kenaikan ke posisi 1.2611 per euro. Pada penutupan perdagangan di AS malam tadi nilai tukar dolar terhadap euro berada pada posisi 1.2650. Dolar juga mengalami penguatan ke posisi 96.72 yen dari posisi penutupan di level 96.43 yen.
  • Beberapa Analis memprakirakan bahwa pergerakan bullish dolar akan bertahan pada hingga perdagangan hari ini. Untuk hari ini dolar diperkirakan akan mampu mengalami penguatan hingga mencapai level 97.00 yen dan 1.2570 per euro.
  • Pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal ketiga lalu tercatat mengalami koreksi sebesar 0,5%, sedangkan kuartal sebelumnya tercatat turun 1,0%. Turunnya pertumbuhan ekonomi Jerman memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Eropa.
  • Hanya Pidato Gubernur ECB Jean-Claude Trichet, dinihari tadi pukul 01.30 WIB, yang disampaikan di Memorial Lecture, London.

Emas Masih Tertekan, Ketidakpastian Menjadi Penyebab

Harga emas kembali tertekan pada hari kedua perdagangannya, krisis finansial global masih menjadi halangan bagi investor untuk mengalihkan portfolio pada komoditas logam, baik emas maupun logam mulia lainnya serta sebagai hedge terhadap inflasi.

“Prospek ekonomi hingga tahun 2009 mendatang masih berpotensi terus melemah, harga komoditaspun cenderung tertekan, termasuk komoditas logam,'' ucap Stephen Platt, commodity analyst pada Archer Financial Services Inc. Chicago kepada Bloomberg.com.

Di ujung perdagangan sesi pasar AS dinihari tadi, emas untuk kontrak penyerahan bulan Desember ditutup melemah $9.30 per troy once, atau turun 1.3 percent, menjadi $732.70 per troy ounce.

Ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang bergerak moderat berakibat turut melemahnya harga komoditas, termasuk diantaranya ialah minyak mentah, jagung dan komoditas lainnya sepanjang tahun ini.

“Seluruh harga komoditas tertekan,'' tambah Platt. “`Namun, menyimpan emas dalam jangka waktu lama bukanlah ide yang konyol, sebab emas masih menjadi investasi alternatif, lebih likuid, dibanding investasi pada asset lainnya”

Performa Hewlett-Packard dorong Wall Street Naik

Setelah melalui pergulatan panjang sejak awal perdagangan di Wall Street, Selasa (18/11), volatilitas yang tinggi, indeks akhirnya berbalik arah di menit akhir perdagangan berkat dukungan indeks Hewlett-Packard (HP).

Padahal sebelumnya indeks di Wall Street sudah menunjukkan kembali tanda-tanda negatif akibat kecemasan rencana PHK massal Citigroup, yang akan diikuti oleh emiten keuangan lainnya.

Seluruh indeks di Wall Street kemarin benar-benar berat karena saham bergerak liar dan beberapa kali bergantian masuk zona merah dan hijau.

Tapi setelah harga emiten HP melonjak hampir 15%, saham-saham di indeks selain S&P langsung terangkat juga. Meskipun sebenarnya tak ada sentimen positif lain selain penguatan saham HP, ungkap analis di Schaeffer's Investment Research.

Saham Citigroup yang ambruk 6% menjadi US$ 8,36, terendah dalam 13 tahun. Ini akibat kecemasan terhadap rencana PHK 52.000 karyawannya, sehingga pasar khawatir bank raksasa ini akan lama untuk pulih kembali.

Indeks Dow Jones berakhir rebound 151,17 poin menjadi 8.424,75. Sementara indeks Standard & Poor's 500 menguat 8,37 poin menjadi 859,12. Dan indeks Nasdaq hanya menguat 1,22 poin menjadi 1.483,27.

Saham HP melompat 14,5% menjadi US$ 33,59 di New York Stock Exchange, sementara saham-saham teknologi lainnya, yang masuk dalam indeks Dow Jones, International Business Machines Corp (IBM) menguat 3,4% menjadi US$ 80,08.

Pada sesi sebelumnya, indeks Dow Jones jatuh di level 8.105,44, sedangkan indeks S&P 500 rontok di 826,84, dan Nasdaq ambruk di 1.429,92. (research-iwan)