rss

Wednesday, November 19, 2008

Minyak Kian Gontai di US$ 54

Harga minyak mentah pada perdagangan Selasa (18/11) kian tak berdaya menghadapi kelesuan ekonomi global yang makin parah.

Ketidakpastian mengenai masa depan program talangan senilai US$ 25 miliar untuk industri otomotif AS membuat kecemasan pasar semakin parah, tak hanya di pasar minyak tapi juga di pasar modal.

Tekanan itu membuat harga minyak mentah jenis light sweet ditutup melorot 23 sen menjadi US$ 54,72 per barel, setelah sebelumnya sempat jatuh di US$ 54,13 per barel.

Sementara harga minyak jenis Brent di London merosot 23 sen menjadi US$ 52,08 per barel.

"Harga minyak mentah merosot bersamaan dengan Wall Street. ... Fundamental pasar sangat goyah," kata Andy Lebow, broker di MF Global.

Kejatuhan harga minyak ini membuat OPEC harus segera melakukan pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan pemangkasan produksi lagi dari yang disepakati September lalu sekitar 1,5 juta barel per hari.

0 comments:


Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..