Kegairahan beli saham terjadi di Wall Street pada perdagangan Rabu (26/11), terutama terhadap saham teknologi, sehingga membuat indeks harga saham melambung cukup tinggi.
Selain itu, harga sebagian besar saham di indeks Dow Jones terangkat setelah pasar mendapat sinyal bakal ada titik terang pada rencana bailout tiga raksasa otomotif AS. Setelah Deutsche Bank mengungkapkan soal kemungkinan mendapatkan injeksi.
Dengan bekal harapan yang ada, harga saham General Motors (GM) dan Ford Motor Co melambung hingga 30-35%, yang mendongkrak saham-saham lainnya karena pasar mulai percaya dengan upaya penanganan krisis.
Sementara itu, minyak menguat hingga 7.2% dan menembus level $50, dan memicu saham-saham energi untuk bergerak menguat. Chevron dan ExxonMobil memimpin penguatan dengan menguat masing-masing 4.4% dan 3.6%.
Meski indikator-indikator perekonomian tidak menunjukkan angka yang menggembirakan. Permintaan durable goods, Chicago PMI, sentimen konsumen, dan new home sales, semuanya anjlok di luar ekspektasi. Hanya klaim pengangguran (jobless claim) yang mencatatkan angka lebih bagus dari perkiraan.
Hari ini atau malam nanti tepatnya WIB, bursa AS libur karena Thanksgiving Days.
Akhirnya indeks Dow Jones melonjak 247,14 poin menjadi 8.726,61. Sementara indeks Standard & Poor's 500 menanjak 30,29 poin menjadi 887,68. Untuk indeks Nasdaq mengalami lompatan 67,37 poin menjadi 1.532,10. (research-iwan)
Emas Melemah, Dolar AS Rebound
Harga emas mengalami penurunan dari level tertingginya dalam enam minggu pada perdagangan kemarin (26/11). Harga emas anjlok seiring dengan rebound yang dialami oleh dolar AS.
Dolar AS bergerak rebound terhadap euro. Rebound yang dialami oleh dolar AS ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa paket stimulus fiskal sebesar 800 miliar dolar yang berencana dikucurkan oleh Fed tidak akan mampu mengangkat kondisi ekonomi AS yang sedang terjun ke dalam jurang resesi.
Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 1.1% menjadi 811.88 dolar per ons. Harga emas sempat menguat ke level 830.99 pada perdagangan kemarin, tertinggi sejak tanggal 16 ktober. Emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Desember mengalami penurunan sebesar 0.9% menjadi 813.50 dolar per ons.
Harga emas masih cenderung akan menguat. Harga emas riil saat ini tergolong relatif murah. Harga emas diperkirakan akan mampu melampaui rekor yang dicapai bulan Maret lalu di posisi 1000 dolar per ons.
Dolar AS bergerak rebound terhadap euro. Rebound yang dialami oleh dolar AS ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa paket stimulus fiskal sebesar 800 miliar dolar yang berencana dikucurkan oleh Fed tidak akan mampu mengangkat kondisi ekonomi AS yang sedang terjun ke dalam jurang resesi.
Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 1.1% menjadi 811.88 dolar per ons. Harga emas sempat menguat ke level 830.99 pada perdagangan kemarin, tertinggi sejak tanggal 16 ktober. Emas berjangka Nymex untuk kontrak bulan Desember mengalami penurunan sebesar 0.9% menjadi 813.50 dolar per ons.
Harga emas masih cenderung akan menguat. Harga emas riil saat ini tergolong relatif murah. Harga emas diperkirakan akan mampu melampaui rekor yang dicapai bulan Maret lalu di posisi 1000 dolar per ons.
Point of View Kawasan EURO Hari ini
Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
※ Hari ini, Rabu (26/11), dari kawasan Eropa akan rilis agenda ekonomi German Import Prices m/m dan Prelim CPI m/m, serta pukul 15.30 WIB nanti, Gubernur ECB, Trichet berencana akan pidato bersama dengan Gubernur Bank Sentral Mesir, Egyptian Central Bank, Farouk el-Okdah, di Cairo.
- Dari pidato Trichet di Cairo kemarin, Bank Sentral Eropa mengemukakan perkiraan untuk pandangan ekonomi zona eropa akan turun di tahun 2009 namun semua itu masih menunggu proyeksi staff bank sentral, ungkap Presiden ECB Jean-Claude Trichet sebagaimana dikutip dari Reuters.
- Trichet mengatakan kepada Koran Al Ahram bahwa “kami akan meninjau” apakah proyeksi staff sistem eropa menunjukan penurunan tersebut ketika mengeluarkan perkiraan pertumbuhan dan inflasi yang dirilis pada 4 Desember nanti, saat ECB juga diperkirakan akan memangkas bunga sebesar 50 basis poin ke level 2.75 persen.
- Pihak Uni Eropa kemarin juga (26/11) memberikan kepastian mengenai besaran paket stimulus perekonomian yang rencananya akan dikucurkan kepada beberapa negara Eropa yang saat ini sedang mengalami krisis ekonomi. Berdasarkan laporan tersebut, Uni Eropa rencananya akan mengucurkan dana sebesar 200 miliar euro. Paket sitmulus tersebut akan mulai dikucurkan pada bulan Desember mendatang.
- Disisi lain, pihak Uni Eropa belum menjelaskan negara-negara mana yang akan menjadi tujuan dari paket stimulus tersebut. Kepastian mengenai hal tersebut rencananya akan dibahas pada pertemuan negara-negara Uni eropa pada 11-12 desember mendatang di Brussels, Belgia. Langkah yang dilakukan oleh Uni Eropa tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan beberapa negara kuat Eropa seperti Perancis dan Jerman.
- Seperti kita ketahui sebelumnya, dua pemimpin negara tersebut yaitu Angela Merkel dan Nicholas Sarkozy pada hari Senin lalu mengadakan pertemuan dengan pihak Uni Eropa. Dalam pertemuan tersebut diketahui bahwa Perancis dan Jerman sedang melakukan lobi dengan pihak Uni Eropa untuk segera mengucurkan dana bantuan. Pihak Jerman sendiri telah mengajukkan proposal senilai 32 miliar euro.
※ Hari ini, Rabu (26/11), dari kawasan Eropa akan rilis agenda ekonomi German Import Prices m/m dan Prelim CPI m/m, serta pukul 15.30 WIB nanti, Gubernur ECB, Trichet berencana akan pidato bersama dengan Gubernur Bank Sentral Mesir, Egyptian Central Bank, Farouk el-Okdah, di Cairo.
Point of View STERLING Hari Ini
Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;
.
- Badan statistik Inggris kemarin (26/11) merilis data GDP Inggris, diumumkan bahwa GDP pada kuartal 3 ini telah tumbuh negatif 0.5% (q/q). Memburuknya ekonomi Inggris ini dikarenakan anjloknya pengeluaran konsumen menjadi pemicu anjloknya perekonomian Inggris pada kuartal 3 ini. Anjloknya ekonomi Inggris ini telah diprediksi sebelumnya oleh para analis.
- Pengeluaran konsumen pada kuartal 3 ini anjlok 0.2%. Hal ini merupakan penurunan terbesar sejak kuartal 1 1995 lalu. Selain itu turunnya pengeluaran konsumen ini menjadi penurunan selama dua kuartal berturut –turut karena pada kuartal 2 lalu pengeluaran konsumen Inggris juga tumbuh negatif.
- Pemerintah Inggris sendiri memperkirakan ekonomi Inggris masih akan terus kontraksi setidaknya hingga semester 1 tahun depan. Pada tahun depan ekonomi Inggris diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 0.75-1.25%. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling senin lalu di Parlemen Inggris.
- Nationwide HPI m/m akan menjadi satu-satunya rilis agenda ekonomi dari Inggris hari ini, direncanakan publikasi pada pukul 14.00 WIB.
.
Point of View YEN Hari Ini
Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;
- Pergerakan nilai tukar yen pada perdagangan kemarin (26/11) terpantau mengalami kenaikan yang cukup tajam terhadap euro dan dolar AS. Mata uang Jepang ini menguat setelah GDP pada kuartal ketiga di AS yang diumumkan malam tadi mengalami kontraksi. Kondisi ini memberikan ketidakpastian yang makin nyata di sektor keuangan global sehingga mengakibatkan aksi carry trade kembali tertahan.
- Mata uang Jepang, Yen, diperkirakan tren untuk jangka menengah pergerakannya masih akan cenderung memperlihatkan penguatan. Yen merupakan mata uang yang terpengaruh oleh aksi carry trade. Dengan kondisi sektor keuangan yang masih rentan saat ini carry trade mernjadi kurang diminati sehingga yen berpotensi terus menguat.
- Sidang-sidang dan pertemuan para anggota BoJ dengan pembahasan berbagai kebijakan Monetary akan mewarnai rilis agenda ekonomi sepanjang hari ini dari Jepang.
Point of View SWISS Hari Ini
Rilis data ekonomi dari Swiss;
- Koreksi dollar terhadap mata uang utama dunia juga berlangsung pada Swiss franc yang berhasil menguat setelah pemangkasan suku bunga SNB pekan lalu sebesar 100 bps. Analis memperkirakan pemangkasan suku bunga SNB tersebut akan segera diikuti oleh banks sentral negara lain.
- Bailout senilai 20 juta USD dari pemerintah AS pada perusahaan keuangan terkemuka CitiGroup mengangkat minat pelaku pasar pada aset-aset beresiko, atau setidaknya menahan aksi risk aversion yang marak akhir-akhir ini.
- Kalendar ekonomi Swiss pekan ini penuh dengan rilis indikator yang signifikan, namun masih berada pada bayang-bayang ancaman pemangkasan bunga lagi oleh SNB.
- Fokus data fundamental terpenting pekan ini berasal dari rilis agenda KOF Swiss leading indicator, beberapa analis meng-ekspetasikan melemah, turun dari 0.35 menjadi 0.20, menjadi level terendah selama lima-tahun ini.
- Hari ini tak ada publikasi agenda ekonomi dari Swiss.
Point of View AUSSIE Hari Ini
Yang terjadi di Australia;
- Australia Dolar dan New Zealand dolar menguat dalam rentang empat-hari perdagangan. Penguatan pada pasar saham as, Wall Street serta pemangkasan bunga terbesar, sentuh rekor terbesar selama 11-tahun, yang dilakukan oleh pemerintah China. Picu aksi beli oleh investor atas aset yang berimbal balik tinggi.
- Penguatan Ozzy ini juga disokong oleh rencana bailout yang dilakukan oleh beberapa negara di kawasan Eropa, kurang lebih 259 milyar dolar AS akan digelontor untuk menstimulus perekonomian negara-negara di kawasan itu.
- Data yang rilis hari ini, Kamis (27/11), dari Australia yakni data kuartalan Private Capital Expenditure. Data ini sebagai indikator atas total inflasi setelah disesuaikan dengan kebutuhan belanja modal baru (new capital expenditures) yang dilakukan oleh private businesses.
Subscribe to:
Posts (Atom)