rss

Thursday, November 20, 2008

Point of View Kawasan EURO Hari ini

Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;

  • Komisi Eropa sedang bernegosiasi dengan 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa untuk membentuk paket stimulus senilai 130 M euro (164 Milyar Dolar AS) demi memulihkan ekonomi regional yang sedang terkena resesi, menurut pejabat di pemerintahan Jerman. Anne-Kathrin Roethemeyer, juru bicara Menteri Ekonomi Jerman Michael Glos, mengkonfirmasi publikasi majalah Der-Spiegel yang menuliskan bahwa masing-masing negara di Uni Eropa akan memberikan kontribusi sebanyak 1% GDP-nya untuk membiayai paket stimulus ini.
  • Krisis finansial global kembali terjadi untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia kedua saat pusat keuangan pada industri dunia telah berada di ujung tanduk dalam krisis kali ini, ungkap Presiden ECB Jean Claude Trichet, Rabu. Beliau berkata situasi ini dapat diatasi dengan langkah gabungan dari bank sentral dan pemerintah, dengan faktor kunci pada sektor swasta. Namun, dalam sebuah interview nya dengan Sky News London, beliau menyangkal untuk melanjutkan pada berapa lama krisis ini akan berlangsung.
  • ECB serta bank sentral utama dunia sudah menyuntikkan milyaran dolar ke dalam pasar keuangan untuk memulihkan peminjaman dan pemerintah sudah menolong bank di Eropa. Trichet mengatakan bahwa itu akan ``memerlukan waktu`` dalam memecahkan masalah krisis.
  • Rilis dari Biro Statistik Federal Jerman yang akan merilis indikator utama terutama dari sektor konsumen atau konsumsi akan di publikasikan nanti siang pukul 14.00 WIB. Prakiraan data yang kami dapat masih menunjukkan pesimis, berada pada level -0.6%. Sedangkan sebelumnya, berada pada level 0.3%.
  • Jika konsesus yang dirilis nanti benar adanya, maka euro lebih berpotensi melemah dan tak ada rilis publikasi agenda ekonomi dari kawasan Eropa hari ini.

Point of View STERLING Hari Ini

Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;

  • Federasi Sektor Industri Inggris (CBI) kemarin mengumumkan bahwa output sektor manufaktur Inggris pada bulan November mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dirilis oleh lembaga tersebut diketahui bahwa output sektor manufaktur melemah menjadi -42 poin dari posisi bulan Oktober yang sebesar -31 poin. Penurunan output sektor manufaktur sebenarnya telah diperkirakan oleh banyak pihak seiring masih belum pulihnya perekonomian Inggris.
  • Level penurunan tersebut merupakan level penurunan terbesar sejak bulan September 1980. Selain itu, dengan adanya hasil dari survey yang dilakukan oleh CBI tersebut semakin mengantarkan Inggris pada kondisi resesi. Pada beberapa hari yang lalu bahkan Jerman telah resemi memasuki resesi akibat turunnya pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal terakhir.
  • Dalam upaya memulihkan perekonomian Inggris, sebelumnya pihak BoE telah memastikan akan kembali memangkas tingkat suku bunga. Berdasarkan hasil rapat internal, yang disertai dengan hasil voting dimana mayoritas anggota rapat setuju akan hal tersebut. Dan pada akhirnya BoE sepakat akan memengkas suku bunganya sebesar 150 basis poin.
  • Bank Sentral Inggris (BOE) kemarin (19/11) juga mengumumkan bahwa BOE akan memangkas suku bunga sebesar 150 Bps bahkan lebih guna mendongkrak perekonomian Inggris. Bahkan BOE dapat pula menurunkan suku bunga sebesar 200 Bps bila diperlukan. Apalagi saat ini inflasi sudah mulai mereda ditandai dengan anjloknya harga minyak. Hal ini sesuai dengan voting yang dilakukan BOE dengan agenda akan menurunkan suku bunga sebesar 150 Bps. Dalam Voting tersebut berakhir dengan posisi 9-0. Yang berarti seluruh anggota dewan Gubernur BOE sepakat untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
  • Namun BOE akan menunggu keputusan laporan RAPBN Inggris terlebih dahulu guna mengefektifkan kebijakan monetar yang diambil BOE. Langkah BOE ini mengikuti langkah Bank Sentral Australia yang kemarin juga akan menyatakan dalam waktu dekat juga akan memotong suku bunga acuan.




.

Point of View YEN Hari Ini

Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;

  • Nilai tukar yen pada sesi perdagangan kemarin (19/11) terpantau mengalami penguatan terhadap dolar AS. Mata uang Jepang ini mengalami apresiasi dengan berkembangnya spekulasi bahwa para pembuat kebijakan di AS tidak akan mengabulkan permohonan bailout sektor otomotif di negara tersebut. Kondisi ini kembali mengakibatkan aksi carry trade berkurang.
  • Yen menguat di saat kondisi sektor kredit global mengalami ketidakpastian oleh berkurangnya carry trade. Pada pernyataannya malam tadi Henry Paluson mengungkapkan ketidaksetujuannya apabila paket bailout senilai 700 miliar dolar yang telah disetujui kongres digunakan untuk menyelamatkan sektor otomotif, yaitu Ford, General Motors, dan Chrysler.
  • Gubernur BoJ Nishimura mengatakan bahwa tensi pada pasar finansial global telah meningkat dan pasar finansial Jepang menjadi tidak stabil. Deputi Gubernur Nishimura mempertimbangkan akan adanya komentar pertama dari bank sentral pada sistem finansial Jepang yang menjadi tidak stabil dan untuk kedepannya Jepang masih akan mendapat berita yang buruk dari perbankan Jepang di waktu yang akan datang.
  • Trade Balance dari Jepang telah rilis pagi tadi pukul 06.50 WIB, data yang keluar cukup mengecewakan. Semula -0.03 T kemudian di revisi menjadi -0.07 T, sedangkan publikasi aktual berada di bawah ekspetasi, -0.18T. Ekspetasi analis berada pada angka 0.08 T.

Point of View SWISS Hari Ini

Rilis data ekonomi dari Swiss;

  • Retail sales Swiss untuk bulan September mengalami kenaikan sebesar 6.4% dibandingkan data bulan Agustus yang flat.
  • Analis menilai resesi di zona uni-eropa akan mengurangi pertumbuhan ekspor Swiss dan berpotensi melemahkan sektor ketenagakerjaan, yang kemudian akan berujung pada berkurangnya pengeluaran keluarga untuk belanja kebutuhan retail.
  • Kontribusi household expenditure pada GDP diperkirakan mengalami penurunan pada Q3/Q4 dibandingnkan semester pertama 2008, hal tersebut menimbulkan spekulasi pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps pada sidang SNB Desember mendatang.
  • Swiss Trade Balance menjadi ikon kalendar ekonomi dari Swiss hari ini.

Point of View AUSSIE Hari Ini

Yang terjadi di Australia;

  • Indeks ekonomi utama Australia jatuh di bulan September, menandakan bahwa negara mungkin masuk ke dalam resesi, sehingga mengakhiri ekspansi ekonomi selama 17 tahun berturut-turut. Indeks utama, sebuah ukuran atas pertumbuhan ekonomi mendatang, turun 1% menjadi 258.4 poin.
  • Bill Evans, pimpinan ekonom pada Westpac di Sydney mengungkapkan, ``Pertumbuhan semester pertama tahun 2009 bisa tidak positif, dengan resiko pertumbuhan dua kuartal pertama di 2009 menjadi negatif.'' Pembuat kebijakan diperkirakan memotong bunga setengah poin lagi pada 2 Des menjadi 4.75 %, menurut 13 dari 22 ekonom.
  • Reserve Bank of Australia (RBA) Monthly Bulletin menjadi publikasi agenda ekonomi dari Aussie hari ini.

Kongres AS Belum Setuju Bailout untuk “The Big Three”

Perdagangan Rabu (19/11) merupakan kondisi paling kelam dialami Wall Street dalam lima setengah tahun terakhir menyusul makin tak jelasnya situasi perekonomian di Amerika Serikat.

Investor kembali beramai-ramai melakukan aksi lepas saham setelah pembicaraan mengenai rencana bailout industri otomotif kian berlarut-larut dan belum tampak tanda-tanda akan disetujui.

Sebelumnya industri otomotif Amerika, yang diwakili “The Big Three” ialah General Motors Corp, Ford Motor Co dan Chrysler LLC, memohon dana talangan senilai US$ 25 miliar dari pemerintah AS, yang diambilkan dari program bailout sektor keuangan senilai US$ 700 miliar yang dicanangkan Presiden Bush beberapa waktu lalu.

Namun, hingga Rabu, yang merupakan hari kedua pembahasan di Kongres, belum ada indikasi permintaan itu akan disetujui.

Industri otomotif AS saat ini menjadi salah satu sektor yang paling parah mengalami imbas dari pelemahan ekonomi. Tiga Besar Detroit itu sudah berdarah-darah dan perlu injeksi dana untuk dapat menyambung hidup.

Berbagai cara dilakukan ketiganya, seperti penutupan pabrik, PHK dan efisiensi biaya operasional, namun daya serap pasar yang makin tak berdaya membuat mereka kelimpungan dan harus menanggung rugi begitu besar karena lebih banyak mobil menganggur di gudang ketimbang di garasi konsumen.

Sentimen negatif lainnya, Wall Street juga terpengaruh dengan proyeksi Federal Reserve pada tahun depan yang diprediksi melemah.

Penurunan proyeksi ekonomi oleh the Fed itu langsung memicu aksi jual di semua sektor, dengan sektor keuangan yang paling parah terkena imbasnya.

Sentimen itu membuat indeks Dow Jones anjlok 427,47 poin, atau 5,07%, menjadi 7.997,28. Sementara indeks Standard & Poor's 500 ambruk 52,18 poin, atau 6,07%, menjadi 806,94.

Untuk indeks Nasdaq juga melorot 96,85 poin, atau 6,53%, menjadi 1.386,42. Level ketiga indeks Wall Street itu adalah yang terendah sejak 2003. (research-iwan)