Beragamnya posisi dolar AS terhadap mata uang utama dunia menutup sesi perdagangan pekan lalu, melemah terhadap British pound, dan juga terperosok versus beberapa komoditas.
Dolar AS mengalami rally terbesarnya di hari Jum'at pekan lalu, setelah rilis data Non-Farm Payrolls. Data tenaga kerja tersebut menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran diluar sektor pertanian. Jumlah penganggur melonjak menjadi 524,000 untuk bulan Desember sehingga total akumulasi jumlah pengangguran diluar sektor pertanian di tahun 2008 lalu menjadi 2.589 orang, terbesar sejak tahun 1945.
Sementara itu, tingkat pengangguran (unemployment rate) juga melonjak melebihi ekspetasi para ekonom, naik dari 6.8 percent menjadi 7.2 percent, tertinggi sejak 16-tahun.
Namun kenapa dengan memburuknya fakta dari data ekonomi malah membuat dolar melakukan rally? Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, menurut kami, sebagian besar pasangan major currency bergerak dalam range volatilitas tinggi (massive ranges), tetapi dolar AS tetap sebagai stabilize serta support levels.
Dari fundamental perspective, fakta menujukkan bahwa tingkat suku bunga (interest rates) yang ada di AS sudah sangat rendah, bahkan the Federal Reserve berniat akan memangkas hingga 0.0 percent. Dengan tingkat suku bunga serendah itu “pencitraan” ekonomi saat ini hanya diwakili dari pergerakan saham Dow Jones Industrial Average di Wall Street.
Jika menilik yang akan terjadi selama pekan ini, ada beberapa rilis data ekonomi yang bisa dianggap signifikan mempengaruhi laju gerak pergerakan di pasar uang dan saham selama sepekan.
Selasa pagi waktu setempat, Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke dijadwalkan akan berpidato di London dengan tajuk utama krisis finansial dan respon kebijakan yang menyertai (the financial crisis and policy response), dari pidato tersebut diharapkan akan menjadi faktor sentimen penggerak pasar terbesar selama sepekan.
Jika Bernanke cenderung berkomentar pesimis atas prospek perekonomian AS dan ekonomi global, maka tak urung market akan menanggapi secara negatif. Dolar AS dan Yen Jepang akan semakin membubung menguat.
Dan jika Bernanke berpendapat lain, memberi wacana terobosan kebijakan ekonomi terkini misalnya. Bisa jadi market semakin terinspirasi confident atas kondisi tersebut dan keadaan akan makin membaik.
Indikator lain yang akan rilis pekan ini adalah tingkat penjualan eceran (retail sales), masih diprakirakan negatif meski melewati libur tahun baru yang biasanya untuk meningkatkan penjualan para retailer mengumbar diskon akhir tahun. Keadaan tersebut karena masih terpukulnya sektor tenaga kerja serta ketatnya kredit dan resesi yang belum usai. (research-iwan)
Hang Seng Ditutup Melemah; Saham Perbankan dan Transportasi Turun
Di akhir perdagangan Jum'at lalu (09/01) bursa Hong kong ditutup turun. Tren negatif tersebut memutuskan kondisi positif yang terjadi pada awal perdagangan. Buruknya data ekonomi AS cukup memberikan pengaruh bagi pergerakan bursa meski mayoritas saham-saham dibursa di akhir perdagangan pekan ini mengalami penurunan. Para investor rupanya merasa khawatir buruknya data ekonomi AS akan semakin berpengaruh bagi pergerakan bursa di pekan depan. Aksi jual beberapa saham pun tidak luput terjadi.
Meningkatnya harga minyak kembali setalah mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, kembali memberikan tekanan bagi saham-saham maskapai penerbangan. Namun disisi lain, kondisi tersebut menguntungkan saham-saham tambang yang terdorong naik. Pada sektor perbankan, sentimen negatif muncul setelah Bank America telah memastikan akan menjual kepemilikan saham Bank of China.
Indeks Hang Seng ditutup turun sebesar 38,47 poin atau 0,27% menjadi 14.377,44 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 167 poin menjadi 14.263 basis poin, dengan level tertinggi sempat mencapai 14.385 poin dan level terendah 14.256 poin. Total turnover mencapai 45,14 miliar hkd.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham-saham Bank of China turun 8% menjadi 1,96 hkd, saham ICBC turun 0,4 hkd atau 1,08% menjadi 3,65 hkd, saham China Merchants Bank turun 0,16 hkd atau 1,17% menjadi 13,54 hkd, saham China Mobile melemah 0,7 hkd atau 0,92% menjadi 75,30 hkd, saham Air China melemah 0,13 hkd atau 5,51% menjadi 2,23 hkd dan saham Lenovo turun 0,18 hkd atau 9,42% menjadi 1,73 hkd.
Diperkirakan pergerakan bursa Hong Kong pada awal pekan ini masih akan diliputi oleh sentimen negatif terhadap kondisi perekonomian AS yang masih mengalami pelemahan akibat buruknya data-data ekonomi dipenghujung tahun 2008 yang lalu.
Meningkatnya harga minyak kembali setalah mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, kembali memberikan tekanan bagi saham-saham maskapai penerbangan. Namun disisi lain, kondisi tersebut menguntungkan saham-saham tambang yang terdorong naik. Pada sektor perbankan, sentimen negatif muncul setelah Bank America telah memastikan akan menjual kepemilikan saham Bank of China.
Indeks Hang Seng ditutup turun sebesar 38,47 poin atau 0,27% menjadi 14.377,44 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 167 poin menjadi 14.263 basis poin, dengan level tertinggi sempat mencapai 14.385 poin dan level terendah 14.256 poin. Total turnover mencapai 45,14 miliar hkd.
Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham-saham Bank of China turun 8% menjadi 1,96 hkd, saham ICBC turun 0,4 hkd atau 1,08% menjadi 3,65 hkd, saham China Merchants Bank turun 0,16 hkd atau 1,17% menjadi 13,54 hkd, saham China Mobile melemah 0,7 hkd atau 0,92% menjadi 75,30 hkd, saham Air China melemah 0,13 hkd atau 5,51% menjadi 2,23 hkd dan saham Lenovo turun 0,18 hkd atau 9,42% menjadi 1,73 hkd.
Diperkirakan pergerakan bursa Hong Kong pada awal pekan ini masih akan diliputi oleh sentimen negatif terhadap kondisi perekonomian AS yang masih mengalami pelemahan akibat buruknya data-data ekonomi dipenghujung tahun 2008 yang lalu.
Kospi Berakhir Melemah Meski BoK Telah Turunkan Suku Bunga
Bursa Korea pada perdagangan penutupan pekan lalu, Jum'at (09/01) ditutup pada posisi melemah. Pelemahan bursa hari ini bertolak belakang dengan kebijakan bank sentral Korea, BoK menyatakan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin. Oleh karena itu, tingkat suku bunga BoK saat ini menjadi sebesar 2,5%. Langkah BoK ini merupakan sebuah respon dari upaya pemulihan krisis ekonomi yang masih membelit perekonomian Korea.
Pelemahan bursa Korea disebabkan oleh melemahnya bursa AS malam sebelumnya, yang dipengaruhi oleh imbas buruknya data ekonomi terutama data tenaga kerja.
Indeks Kospi ditutup turun sebesar 2,05% menjadi 1.180,96 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 2,7 poin menjadi 154,95 basis poin, dengan level tertinggi sempat mencapai 160,70 poin dan level terendah 154,70 poin.
Saham-saham yang memberikan tekanan negatif pada pergerakan bursa diantaranya ialah saham Hyundai Motor yang melemah 2,51%, saham Kia Motor turun 0,26%, saham Hynix melemah 7,44%, saham Samsung Electronics turun 2,95%, saham Kookmin Bank turun 3,14%, saham Woori Finance Holdings turun 12,2% dan saham POSCO turun 4,13%.
Pekan ini, diperkirakan bursa Korea masih akan bergerak negatif meski akan mungkin menguat setelah imbas penurunan suku bunga BoK mulai terasa awal pekan depan. Masih negatifnya data-data ekonomi AS diperkirakan akan masih menjadi ancaman bagi pergerakan bursa Korea Senin (12/01).
Pelemahan bursa Korea disebabkan oleh melemahnya bursa AS malam sebelumnya, yang dipengaruhi oleh imbas buruknya data ekonomi terutama data tenaga kerja.
Indeks Kospi ditutup turun sebesar 2,05% menjadi 1.180,96 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami penurunan sebesar 2,7 poin menjadi 154,95 basis poin, dengan level tertinggi sempat mencapai 160,70 poin dan level terendah 154,70 poin.
Saham-saham yang memberikan tekanan negatif pada pergerakan bursa diantaranya ialah saham Hyundai Motor yang melemah 2,51%, saham Kia Motor turun 0,26%, saham Hynix melemah 7,44%, saham Samsung Electronics turun 2,95%, saham Kookmin Bank turun 3,14%, saham Woori Finance Holdings turun 12,2% dan saham POSCO turun 4,13%.
Pekan ini, diperkirakan bursa Korea masih akan bergerak negatif meski akan mungkin menguat setelah imbas penurunan suku bunga BoK mulai terasa awal pekan depan. Masih negatifnya data-data ekonomi AS diperkirakan akan masih menjadi ancaman bagi pergerakan bursa Korea Senin (12/01).
Emas Berjangka Bullish Terhadap Dolar AS
Harga emas berjangka pada sesi perdagangan di Asia, Jum'at (09/01) terpantau mengalami penurunan tipis. Harga emas yang sempat melonjak oleh pelemahan dolar malam sebelumnya, emas bergerak retreat setelah penurunan dolar tampak melambat.
Sedangkan pada penutupan pasar pekan lalu, harga emas bergerak menguat kembali akibat sentimen negatif yang masih menyelimuti perekonomian AS.
Data tenaga kerja, Non-Farm Payrolls meningkat tajam, tertinggi sejak tahun 1945 demikian menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS.
Sedangkan anggaran belanja pemerintah Federal juga melonjak tajam. Untuk tahun anggaran 2008 saja, pemerintah AS telah membelanjakan sampai 1.18 trilliun dolar AS untuk menstimulus perekonomian.
Sedangkan pada penutupan pasar pekan lalu, harga emas bergerak menguat kembali akibat sentimen negatif yang masih menyelimuti perekonomian AS.
Data tenaga kerja, Non-Farm Payrolls meningkat tajam, tertinggi sejak tahun 1945 demikian menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS.
Sedangkan anggaran belanja pemerintah Federal juga melonjak tajam. Untuk tahun anggaran 2008 saja, pemerintah AS telah membelanjakan sampai 1.18 trilliun dolar AS untuk menstimulus perekonomian.
Point of View Kawasan EURO Pekan Ini
Dari kawasan Eropa, beberapa data ekonomi yang tersaji;
- Departemen Perdagangan Jerman, Jum'at pekan lalu (09/01) mengumumkan bahwa penjualan ritel pada bulan November mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan tersebut diketahui bahwa penjualan ritel mengalami peningkatan sebesar 0,7%. Meningkatnya penjualan ritel pada bulan November tersebut disebabkan oleh naiknya volume permintaan masyarakat Jerman menjelang musim dingin yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, maraknya pemberian diskon yang dilakukan oleh banyak toko juga semakin membuat para konsumen tertarik untuk membeli barang-barang ritel.
- Aksi jual Euro intensif dilakukan pekan lalu, setelah Bank Sentral Eropa kembali memangkas suku bunga acuannya serta publikasi HICP untuk bulan Desember lebih rendah dari harapan para ekonom. Yakni 1.6% yoy versus ekspetasi 1.8% yoy.
- Dengan data tahunan inflasi HICP, saat ini inflasi di Eropa telah turun dibawah target ECB, yakni 2%, diharapkan ECB mungkin akan kembali memaksa akan memangkas suku bunga pekan ini, paling tidak 50 basis poin nanti tanggal 15 Januari hingga menjadi 2%.
- German WPI m/m, French Gov Budget Balance, dan Pidato ECB President Trichet akan rilis Selasa (13/01); French CPI m/m, Italian Industrial Production m/m, dan Industrial Production m/m rilis Rabu (14/01), German Final CPI m/m, CPI y/y, Core CPI y/y, Minimum Bid Rate, dan ECB Press Conference, Kamis (15/01) dan menutup publikasi data ekonomi pekan ini, Jum'at (16/01) Trade Balance.
Point of View STERLING Pekan Ini
Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;
- Mata uang Inggris Poundsterling pada perdagangan, Jum'at pekan lalu (09/01) terpantau mengalami retreat dari level tertingginya terhadap Dollar seiring dengan output manufaktur Inggris yang anjlok.
- Pounsterling tertekan oleh rilis data output sektor manufaktur yang pada bulan November mengalami kontraksi sebesar 2.9%, jauh lebih buruk dibandingkan dengan ekspektasi yakni kontraksi 0.9%. Ini merupakan pelemahan selama 9 bulan berturut-turut, yang terpanjang sejak 1980. Sementara itu, secara tahunan, output manufaktur anjlok 7.4%, yang merupakan kontraksi terbesar sejak Juni 1981.
- Lemahnya sektor manufaktur yang tentunya bakal melemahkan GDP Inggris ini menegaskan langkah Bank of England yang kemarin memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke level 1.5%, terendah sepanjang sejarah Inggris. Di pihak lain, harga input produsen Inggris pada bulan Desember tercatat melemah 2% pada bulan November, sesuai dengan ekspektasi.
- Selama pekan ini, diperkirakan British Pound masih mempunyai ruang untuk menguat. Sterling mungkin akan bergerak divergen terhadap mata uang utama lainnya.
- BRC Retail Sales Monitor y/y, RICS House Price Balance, dan Trade Balance serta Department for Communities and Local Government (DCLG) House Price Index (HPI) y/y akan rilis Selasa (13/01), Pidato dari MPC Member, Sir John Gieve di Cityco saat Breakfast Meeting, di Manchester.
Point of View YEN Pekan Ini
Data ekonomi yang rilis dari Jepang pekan ini;
- Relatif sepinya Jepang dari rilis data selama pekan lalu mengombang-ambingkan gerak laju Yen Jepang. Pergerakan Yen murni didorong oleh sentimen yang beredar di pasar.
- USD/JPY hampir stabil namun cenderung melemah sepekan lalu. Beberapa indikasi atau signal aksi beli dolar terhadap Yen terjadi selama hampir sepekan. Pergerakan paling aktif terjadi Jum'at, sesaat data NFP dipublikasikan.
- Para ekonom memprakirakan bahwa data Jepang pada pekan ini masih menunjukkan deterioration namun beberapa ekonom tetap berharap, meski Jepang masih terpengaruh krisis.
- Menurut kami, pekan ini, Yen masih berharap besar pada sentimen yang terjadi pada pasar ekuitas, baik dari Wall Street maupun Nikkei 225.
- Hari ini, Senin (12/01) Market Jepang libur, Coming of Age Day; Bank Lending y/y, Current Account, M2 Money Stock y/y, dan Economy Watchers Sentiment rilis Selasa (13/01); Prelim Machine Tool Orders y/y rilis Rabu (14/01); Kamis (15/01) rilis Core Machinery Orders m/m dan Corporate Goods Price Index (CGPI) y/y; Jum'at (16/01) Pidato Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa di Tokyo menutup rilis data ekonomi dari Jepang pekan ini.
Point of View SWISS Pekan Ini
Rilis data ekonomi dari Swiss;
- Berkat murahnya harga minyak mentah dunia, tingkat inflasi Swiss menurun, semula 1.5% kini menjadi 0.7% from 1.5%, menurut data bulan Desember. Namun, tingkat pengangguran melonjak tertinggi sejak 2-tahun, akibat banyaknya perusahaan yang mem-PHK karyawannya.
- Dengan tingkat suku bunga yang sudah rendah saat ini, 0.50%, hampir tak ada ruang bagi MPC untuk berulah menurunkan bunga lagi. Akan tak menutup kemungkinan bahwa Bank Sentral Swiss menerapkan Zero Interest Rate Policy (ZIRP) mengikuti langkah yang sudah dilakukan oleh Jepang melalui BoJ.
- Kamis (15/01) Gubernur Bank Sentral Swis (Swiss National Bank/SNB) Thomas Jordan berpidato tentang Prospek Ekonomi Swiss di tahun 2009 pada ERFA-Gruppe, Weinfelden; dan Jum'at (16/01) Producer Price Index (PPI) akan rilis.
Point of View AUSSIE Pekan Ini
Yang terjadi di Australia;
- Australian Dollar secara tak terduga pekan lalu menguat berkat membaiknya data laporan belanja konsumen (consumer spending report).
- Penjualan eceran di dalam negeri (Domestic Retail Sales) pun menunjukkan penguatan secara impressive dimulai dari bulan November, dari banyak aspek yang secara aggressive meningkatkan paket stimulus fiskal.
- Perspektif keseluruhan atas perekonomian Australia selama pekan ini masih negatif, tapi faktor kunci terletak pada rilis data tenaga kerja.
- Rata-rata ekonom memprakirakan bahwa meski data tenaga kerja menunjukkan hasil negatif bisa menjadi ilegitimasi atas figur data Retail Sales.
Subscribe to:
Posts (Atom)