rss

Monday, January 12, 2009

Fundamental Outlook AS Pekan Ini

Beragamnya posisi dolar AS terhadap mata uang utama dunia menutup sesi perdagangan pekan lalu, melemah terhadap British pound, dan juga terperosok versus beberapa komoditas.

Dolar AS mengalami rally terbesarnya di hari Jum'at pekan lalu, setelah rilis data Non-Farm Payrolls. Data tenaga kerja tersebut menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran diluar sektor pertanian. Jumlah penganggur melonjak menjadi 524,000 untuk bulan Desember sehingga total akumulasi jumlah pengangguran diluar sektor pertanian di tahun 2008 lalu menjadi 2.589 orang, terbesar sejak tahun 1945.

Sementara itu, tingkat pengangguran (unemployment rate) juga melonjak melebihi ekspetasi para ekonom, naik dari 6.8 percent menjadi 7.2 percent, tertinggi sejak 16-tahun.

Namun kenapa dengan memburuknya fakta dari data ekonomi malah membuat dolar melakukan rally? Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, menurut kami, sebagian besar pasangan major currency bergerak dalam range volatilitas tinggi (massive ranges), tetapi dolar AS tetap sebagai stabilize serta support levels.

Dari fundamental perspective, fakta menujukkan bahwa tingkat suku bunga (interest rates) yang ada di AS sudah sangat rendah, bahkan the Federal Reserve berniat akan memangkas hingga 0.0 percent. Dengan tingkat suku bunga serendah itu “pencitraan” ekonomi saat ini hanya diwakili dari pergerakan saham Dow Jones Industrial Average di Wall Street.

Jika menilik yang akan terjadi selama pekan ini, ada beberapa rilis data ekonomi yang bisa dianggap signifikan mempengaruhi laju gerak pergerakan di pasar uang dan saham selama sepekan.

Selasa pagi waktu setempat, Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke dijadwalkan akan berpidato di London dengan tajuk utama krisis finansial dan respon kebijakan yang menyertai (the financial crisis and policy response), dari pidato tersebut diharapkan akan menjadi faktor sentimen penggerak pasar terbesar selama sepekan.

Jika Bernanke cenderung berkomentar pesimis atas prospek perekonomian AS dan ekonomi global, maka tak urung market akan menanggapi secara negatif. Dolar AS dan Yen Jepang akan semakin membubung menguat.

Dan jika Bernanke berpendapat lain, memberi wacana terobosan kebijakan ekonomi terkini misalnya. Bisa jadi market semakin terinspirasi confident atas kondisi tersebut dan keadaan akan makin membaik.

Indikator lain yang akan rilis pekan ini adalah tingkat penjualan eceran (retail sales), masih diprakirakan negatif meski melewati libur tahun baru yang biasanya untuk meningkatkan penjualan para retailer mengumbar diskon akhir tahun. Keadaan tersebut karena masih terpukulnya sektor tenaga kerja serta ketatnya kredit dan resesi yang belum usai. (research-iwan)

0 comments:


Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..