Sedang dari Inggris, beberapa data ekonomi yang tersaji;
- Mata uang Inggris Poundsterling pada perdagangan, Jum'at pekan lalu (09/01) terpantau mengalami retreat dari level tertingginya terhadap Dollar seiring dengan output manufaktur Inggris yang anjlok.
- Pounsterling tertekan oleh rilis data output sektor manufaktur yang pada bulan November mengalami kontraksi sebesar 2.9%, jauh lebih buruk dibandingkan dengan ekspektasi yakni kontraksi 0.9%. Ini merupakan pelemahan selama 9 bulan berturut-turut, yang terpanjang sejak 1980. Sementara itu, secara tahunan, output manufaktur anjlok 7.4%, yang merupakan kontraksi terbesar sejak Juni 1981.
- Lemahnya sektor manufaktur yang tentunya bakal melemahkan GDP Inggris ini menegaskan langkah Bank of England yang kemarin memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke level 1.5%, terendah sepanjang sejarah Inggris. Di pihak lain, harga input produsen Inggris pada bulan Desember tercatat melemah 2% pada bulan November, sesuai dengan ekspektasi.
- Selama pekan ini, diperkirakan British Pound masih mempunyai ruang untuk menguat. Sterling mungkin akan bergerak divergen terhadap mata uang utama lainnya.
- BRC Retail Sales Monitor y/y, RICS House Price Balance, dan Trade Balance serta Department for Communities and Local Government (DCLG) House Price Index (HPI) y/y akan rilis Selasa (13/01), Pidato dari MPC Member, Sir John Gieve di Cityco saat Breakfast Meeting, di Manchester.
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..