Data ekonomi yang rilis dari Jepang hari ini;
- Gap output Jepang, sebagai definisi dari keseimbangan supply dan demand Ekonomi Jepang, melebar ke area negatif tertingginya dalam tiga tahun terakhir dalam triwulan ketiga, menyarankan adanya resiko dari deflasi. Angka gap output Jepang minus 0.8 persen di bulan Juli-September, demikian dijelaskan laporan riset pihak pemerintah seperti dilansir Reuters, Selasa, dari minus 0.4 di periode April-Juni.
- Gap output negatif ini menggambarkan adanya kelebihan penawaran dibanding permintaan di perekonomian, mengindikasikan turunnya teori tekanan inflasi. Data BoJ yang ditunjukan dihari Selasa mengindikasikan bahwa tekanan inflasi sudah mereda terkait perlambatan ekonomi global, dengan indikasi harga untuk jasa bisnis Jepang mencapai kejatuhan terbesarnya dalam lima tahun terakhir di bulan Oktober dari tahun sebelumnya.
- BoJ terus memantau gap output karena hal ini adalah indikator utama dalam menentukan kebijakan moneter bank sentral untuk mengukur kondisi harga. Gap output menunjukan seberapa jauh GDP telah menyimpang dari “potential GDP” atau menggambarkan volume aktivitas ketika ekonomi berjalan dalam kapasitas penuh. Laporan tersebut mengasumsikan pertumbuhan Potential GDP Jepang di level 1.3 persen untuk triwulan 3, demikian dijelaskan pihak pemerintah.
- Hanya agenda dari Gubernur BoJ, Masaaki Shirakawa, yang hari ini pukul 15.00 berencana akan pidato di depan Research Wing, University of Tokyo, Tokyo.
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..