Demikian dengan data klaim (jobless claim) pengangguran AS yang makin meningkat, tertinggi sejak bulan Desember 1982, menggiring data penjualan eceran (retail sales), dan import prices jatuh, terendah selama bulan Oktober.
Aksi Risk Appetite, aksi dimana investor membeli aset berimbal hasil tinggi atas selisih bunga, dengan membeli dolar AS dan Yen, mewarnai sesi perdagangan sepekan lalu. Tak dipungkiri meski perekonomian AS masih meradang karena terpaan krisis keuangan, dolar AS ternyata masih bertahan dengan status mata uang “safe haven”.
Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke mengatakan di hari Jumat bahwa pasar finansial sedang dalam stress yang tajam dan bank sentral di seluruh dunia akan siap untuk bertindak untuk mencairkan ketegangan kredit.
Ben berpendapat, bahwa langkah yang diambil oleh bank sentral adalah untuk mencairkan ketegangan likuiditas dan memastikan pengadaan jangka pendek dolar AS di seluruh dunia yang ditujukan untuk meningkatkan fungsi pasar kredit, meskipun dia menggambarkan peningkatan tersebut sebagai langkah “tentantive”.
Beberapa publikasi ekonomi yang akan rilis dari AS selama pekan ini, seperti FOMC minutes, CPI, PPI, regional fed survey dari New York State dan Philadelphia, industrial production, TIC capital flow, new residential construction.
Sementara dari kawasan Eropa, pasar akan lebih fokus pada publikasi November manufacturing dan Services PMI.
Sedangkan dari Asia, Jepang khususnya, rilis Q3 GDP, Tertiary dan all industry index, dan keputusan tentang suku bunga dari Bank of Japan (BoJ) yang mungkin di-ekspetasikan tidak akan berubah, tetap pada level 0.3%.
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..