Perdagangan di Wall Street Senin (17/11) atau dinihari tadi kembali berakhir muram setelah investor banyak melepas saham-saham berkapitalisasi besarnya, tanda-tanda kemandegan ekonomi semakin nyata.Ada beberapa indikasi menuju ke arah kemandegan ekonomi global, diantaranya terlihat dari kondisi ekonomi Jepang yang mulai memasuki resesi untuk pertama kalinya sejak 2001. PDB tahunan Negeri Sakura itu terkontraksi 0,4% pada kuartal ketiga 2008, setelah pada kuartal sebelumnya melorot 3,7%.
Pada sesi perdagangan pekan lalu indeks Dow Jones anjlok hampir 340 poin, harga saham di bursa terbesar di dunia tersebut memasuki pekan ini dengan gerakan zig zag, volatilitas tinggi dan berakhir jatuh 223 poin.
Sektor perbankan masih menjadi perhatian pasar setelah muncul kabar bahwa Citigroup Inc. akan kembali memangkas sejumlah karyawannya, 53.000 orang dalam beberapa kuartal mendatang.
Selain itu, pasar juga menunggu keputusan Senat yang membahas kemungkinan menyaluran dana talangan bagi indutsri otomotif yang kelimpungan akibat lesunya permintaan.
Voting akan dilakukan Rabu mendatang (19/11) untuk memutuskan dana talangan, yang diambil dari program penyelamatan ekonomi Bush senilai US$ 700 miliar.
Saat ini Tiga Besar Otomotif Detroit, yakni General Motors Corp., Ford Motor Co. dan Chrysler LLC, sudah kehabisan “nafas”' untuk menggerakkan roda bisnis mereka, setelah semakin banyak mobil produksi mereka hanya memadati ruang pamer tanpa ada yang membeli.
Kecemasan pasar terhadap prospek ekonomi Amerika membuat indeks Dow Jones jatuh 223,73 poin menjadi 8.273,58. Dan sementara indeks Standard & Poor's 500 melorot 22,54 poin menjadi 850,75, serta indeks Nasdaq rontok 34,80 poin menjadi 1.482,05. (research-iwan)
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..