rss

Tuesday, December 16, 2008

Aksi Tipu Madoff, Beri Sentimen Negatif Pasar


Perdagangan saham di Wall Street Senin (15/12) kembali suram setelah pasar merespons negatif kabar yang menyebutkan korban penipuan investasi oleh mantan bos Nasdaq Bernard Madoff makin meluas.

Dari situ dapat disimpulkan berapa banyak investor beberapa diantaranya dari kalangan perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang kehilangan dana mereka akibat aksi penipuan Madoff.

Kondisi ini semakin memberikan tekanan terhadap perekonomian AS dan global yang kini sedang ambruk.

Sektor keuangan jelas terpukul oleh aksi Madoff dengan begitu besarnya exposure yang dikelola oleh Madoff, seorang manajer investasi yang dituduh melakukan penipuan senilai lebih dari 50 miliar dolar AS. Tapi dengan bertambahnya jumlah korban penipuan Madoff, maka dana yang berhasil dikuras akan begitu masif.

Saham JPMorgan Chase & Co menjadi penyumbang penurunan indeks terbesar di indeks Dow Jones setelah Merrill Lynch menurnan peringkat sahamnya menjadi 'underperform' dan memproyeksikan kerugian pada kuartal IV tahun ini.

Akhirnya indeks Dow Jones rontok 65,15 poin menjadi 8.564,53. Sementara indeks Standard & Poor's 500 terseok 11,14 poin menjadi 868,59. Untuk indeks Nasdaq merosot 32,38 poin menjadi 1.508,34.

Sedangkan dari dalam negeri, Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (15/12) diwarnai dengan maraknya aksi borong saham, terutama saham-saham unggulan. Hasilnya, indeks melompat tinggi seiring dengan penguatan Wall Street.

Pasar langsung merespons positif penguatan indeks Dow Jones sebesar 64 poin di tengah harapan pemerintah AS akan melakukan langkah baru untuk menyelamatkan sektor otomotif.

Selain itu, rebound harga minyak mentah di pasar Asia di kisaran US$ 46 per barel, ikut menyumbang sentimen positif terhadap bursa lokal, terutama saham-saham unggulan.

Namun, pada perdagangan Selasa ini (16/12), kedua sentimen positif itu dapat berubah menjadi negatif setelah indeks Dow Jones jatuh 65 poin menyusul kecemasan pasar dengan begitu besarnya kerugian yang dialami sejumlah lembaga keuangan terkait dengan aksi penipuan investasi oleh mantan bos Nasdaq Bernard Madoff.

Selain itu, harga minyak yang kemarin berada di kisaran US$ 46 per barel, kini melorot akibat imbas melemahnya Wall Street. Harga emas hitam itu kemarin ditutup turun di kisaran US$ 44 per barel.

Jika pasar merespons negatif kedua kabar itu, maka dapat dipastikan aksi ambil untung akan terjadi hari ini, terutama terhadap saham-saham unggulan yang kemarin mencatat kenaikan tertinggi.

0 comments:


Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..