Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (12/11) diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan meski dalam kisaran terbatas. Saham yang direkomendasikan adalah BBRI, BDMN, UNVR, dan INDF. Beberapa Analis mengatakan, terbatasnya penguatan indeks saham dipicu beberapa faktor fundamental, seperti pertumbuhan ekonomi yang direvisi turun, suku bunga tinggi dan nilai tukar rupiah yang berada dalam tren melemah. “Investor saat ini sebaiknya berhati-hati dalam berinvestasi.”
Pasalnya, sekarang ini sedang terjadi arus perpindahan investasi. Investor beralih dari ekuitas ke surat utang negara seperti obligasi atau memilih pegang cash, dalam hal ini dolar AS.
Selain itu, investasi jangka pendek di saham menjadi tidak menarik terkait penerapan suku bunga tinggi, apalagi harga komoditas terus merosot. Adapun jatuhnya harga komoditas selain karena berkurangnya permintaan, juga dinilai karena aksi hijrah investor ke pasar valas.
Fenomena seperti ini akan terus terjadi hingga kuartal pertama 2009, yaitu perpindahan dari saham ke surat utang negara atau dolar AS dan penurunan harga komoditas.”
Ketatnya likuiditas perbankan juga membuat investor yang mau masuk ke pasar saham sulit mendapatkan pembiayaan. Bank dalam negeri tidak mau memberi kredit dalam dolar AS, sehingga pinjaman dalam dolar terbatas.
Alhasil, sedikit dana baru yang masuk ke saham. Kondisi tersebut menyebabkan kondisi pasar sangat volatile. Saat ini yang menjadi parameter perbankan adalah kualitas kreditnya. Hal ini karena pendapatan bunga bank menipis dan kredit macet (NPL) cenderung meningkat terimbas suku bunga tinggi.
Bank yang masih menarik dalam kondisi saat ini adalah yang melakukan pendanaan dalam mata uang rupiah, dan yang melempar kredit ke sektor berimbal hasil tinggi, seperti UMKM dan micro financing.
BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia) dan BDMN (PT Bank Danamon) masuk dalam kategori itu, direkomendasikan bagi investor.
Sedangkan bank yang dihindari adalah yang mengucurkan kredit cukup besar pada korporasi. Pasalnya dalam situasi suku bunga tinggi seperti sekarang, potensi kredit bermasalah (NPL) sangat tinggi. Adapun bank yang disarankan dihindari adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Internasional Indonesia (BNII). Sedangkan saham yang menurut Norico juga menarik untuk dikoleksi adalah saham berbasis konsumsi. Karena, meski terimbas pelambatan ekonomi global, saham sektor ini masih tetap mengalami pertumbuhan. Hanya sedikit terkoreksi, tapi tidak negatif.
Saya rekomendasikan saham UNVR (PT Unilever) dan INDF (PT Indofood)
Pelemahan IHSG juga dipicu sentimen negatif bursa Wall Street yang akhir pekan lalu ditutup melemah, setelah mengalami volatilitas selama perdagangan. Indeks Dow Jones turun 337,94 poin (3,82%) ke level 8.497,31, indeks S&P 500 melemah 38 poin (4,17%) ke level 873,29 dan indeks Nasdaq jatuh 79,85 poin (5%) ke level 1.516,85.
Terperosoknya bursa global dipicu penjualan ritel pada Oktober yang anjlok 2,8% menjadi hanya sebesar US$ 363,7 miliar, terburuk sejak 1992. Serta sentimen negatif dari kinerja kuartal emiten yang mengecewakan.
Pada perdagangan saham Jumat (14/11) IHSG berhasil naik tipis 4,664 poin (0,37%) menjadi 1.264,377. Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia tercatat 54.258 kali, dengan volume 3,469 miliar unit saham, senilai Rp 3,704 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 59 saham turun dan 57 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, PT Gudang Garam (GGRM) naik 650 poin ke harga Rp 4.950 per saham, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 450 poin ke harga Rp 6.300, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 300 poin ke harga Rp 8.650, dan PT United Tractors (UNTR) naik 150 poin ke harga Rp 3.875.
Demikian pula saham PT Telkom (TLKM) naik 100 poin ke harga Rp 5.800, PT Bank Central Asia (BBCA) naik 50 poin ke harga Rp 2.775, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik 40 poin ke harga Rp 1.750.
Sementara saham-saham yang turun harganya antara lain, PT Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 9.100, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 3.275 dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 1.160.
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..