Pekan ini Bursa Efek Indonesia, masih dibayangi bursa saham regional serta pergerakan rupiah yang mengkhawatirkan.Respon investor terhadap hasil KTT G20, yang sepakat untuk mereformasi sistem keuangan global, menjadi faktor pergerakan bursa.
Fokus investor dalam negeri selain perkembangan bursa regional, juga pergerakan rupiah yang terus terpuruk menuju level tahun 1998.
Selain itu perkembangan saham BUMI dan grup Bakrie lainnya juga masih akan menyita perhatian investor. Secara teknikal, IHSG terlihat tengah bergerak dalam pola sideways dalam jangka pendek.
Minimnya sentimen positif menyebabkan sulit bagi IHSG untuk rebound lebih lanjut. Diperkirakan kisaran support-resistance pekan ini akan berada pada 1.200-1.290.
Pekan lalu, secara keseluruhan Indeks Harga Saham Gabungan melemah 5,53 persen pada 1.264.38. Sedangkan indeks Kompas 100 turun 5,94 persen menjadi 304,368. Serta indeks LQ45 melorot 6,48 persen ke 245,381.
Melorotnya, indeks pekan lalu, dipengaruhi oleh kekhawatiran investor global akan dampak resesi yang berkepanjangan. Dampak melemahnya ekonomi global terefleksikan pada pergerakan harga komoditas yang terus melemah.
Harga minyak mentah terus merosot menembus level 60 dollar AS per barrel. Berbagai data makro ekonomi dari China dan Eropa juga mengarah pada resesi global.
Sementara pasar saham Wall Street Amerika Serikat, pada pekan lalu, juga mengalami kemorosotan. Indeks Dow Jones Industrial Average, dalam sepekan melorot 4,99 persen pada 8.497,31. Kemudian indeks komposit Nasdaq anjlok 7,92 persen menjadi 1.516,85 serta indeks Standard & Poor’s 500 melorot 6,17 persen pada 873,29.
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Dengan Senang Hati Kami Akan SEGERA Menjawabnya. Tapi mohon bersabar yaa jika Kami terlambat menjawab..